Mahasiswa KKN UNDIP Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Remaja dan Ibu PKK di Mangunharjo

Foto Bersama pada Akhir Kegiatan Edukasi Kesehatan Reproduksi untuk Ibu-Ibu PKK

Semarang – Tim Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 115 Universitas Diponegoro melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja putri dan ibu-ibu PKK di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang, pada 12–13 Juli 2025. Kegiatan ini menjadi bagian dari program KKN dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Peningkatan Kesehatan Reproduksi Perempuan dan Remaja Melalui Digital Learning.”

Edukasi yang digelar di tiga RW (RW 01, 03, dan 05) tersebut bertujuan meningkatkan kesadaran perempuan mengenai pentingnya kesehatan reproduksi serta memberdayakan mereka dalam pengambilan keputusan terkait perencanaan keluarga.

Untuk remaja putri, kegiatan mengusung tema “Remaja Sehat, Paham Reproduksi” dengan fokus pada kebersihan organ reproduksi, khususnya praktik vulva hygiene. Sementara itu, ibu-ibu PKK mendapat materi “Kesehatan Reproduksi: Kontrasepsi, Kanker Payudara, dan Kanker Serviks,” yang dilengkapi dengan demonstrasi SADARI (Periksa Payudara Sendiri)

“Demonstrasi yang diberikan sangat praktis dan mudah diikuti. Setiap langkah disertai penjelasan waktu dan teknik yang jelas sehingga memudahkan kami untuk mempraktikkannya sendiri di rumah,” ujar Ketua PKK RW 02.

Para mahasiswa KKN juga menghadirkan media edukatif dan metode interaktif agar materi lebih mudah dipahami serta bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Program ini mendapat dukungan penuh dari dosen pembimbing lapangan (DPL) yaitu Sari Sudarmiati, S.Kp., M.Kep., Sp.Mat., dan Lut Fika Daru Azmi, S.Kep., Ns., M.Kep. Mereka menekankan pentingnya pembekalan keterampilan praktis yang bermanfaat langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin meninggalkan sesuatu yang tidak hanya berbentuk produk, tetapi juga warisan ilmu dan pendidikan yang dapat menjadi bekal bagi generasi mendatang,” ungkap perwakilan Tim KKN-T 115 Mangunharjo.

Dengan pendekatan langsung dan pemanfaatan teknologi digital, program ini diharapkan memberikan dampak jangka panjang. Bagi remaja, pemahaman kebersihan organ reproduksi menjadi bekal penting untuk mencegah infeksi. Sedangkan bagi ibu-ibu, keterampilan SADARI diharapkan menjadi kebiasaan rutin untuk deteksi dini kanker payudara.

Melalui kolaborasi mahasiswa, dosen, dan masyarakat, kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan generasi perempuan yang lebih sadar, mandiri, dan terampil dalam menjaga kesehatan reproduksi, sekaligus menekan risiko penyakit yang sebenarnya dapat dicegah sejak dini.