JATENG.NET, SEMARANG — Kelompok 2 Tim KKN-T 139 Universitas Diponegoro berhasil menyelenggarakan program budidaya maggot sebagai solusi pengolahan dan pengurangan limbah organik. Kegiatan ini merupakan program multidisiplin kelompok sekaligus bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengurangi limbah organik.
Program ini terdiri dari serangkaian kegiatan yang diawali dengan sosialisasi bersama DLH Kota Semarang dengan judul “Budidaya Maggot sebagai Solusi Pemanfaatan Limbah Organik” (7/7/2025).
Sebelum kegiatan sosialisasi dilakukan, Kelompok 2 Tim KKN-T 139 Universitas Diponegoro telah melakukan berbagai survei yang menunjukkan bahwa pengelolaan sampah organik di Kelurahan Mangkang Kulon, khususnya wilayah RW 2 belum optimal dan memerlukan penanganan yang berkelanjutan. Selain itu, dilakukan persiapan alat dan bahan yang diperlukan untuk kebutuhan sosialisasi.
Sosialisasi ini berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang yang berperan sebagai pemateri mengenai pengenalan dan cara budidaya maggot dari telur hingga siap dipanen dan bertelur kembali.
Pada sesi pemaparan materi, terdapat demonstrasi budidaya maggot di hadapan peserta sosialisasi yaitu warga RW 2 dan RW 3 Kelurahan Mangkang Kulon. Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif bersama narasumber, yaitu Bapak Wahyu Andri Pratama.

Program ini tidak hanya berhenti sampai tahap sosialisasi saja, namun juga dilakukan budidaya maggot secara langsung selama 20 hari dan monitoring secara berkala untuk memastikan keberhasilan budidaya maggot.
Monitoring yang dilakukan mencakup beberapa hal, seperti melakukan penyemprotan untuk menjaga kelembaban kandang maggot dan lalat, pemberian pakan maggot, dan pengecekan telur di eggies.
Setelah maggot siap dipanen, terdapat rangkaian kegiatan lanjutan berupa penunjukan hasil budidaya maggot. Kegiatan lanjutan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 27 Juli 2025 di halaman rumah Ketua RW 2 Kelurahan Mangkang Kulon dengan peserta Ibu-ibu PKK RW 2 (27/7/2025).

Program budidaya maggot mendapat respons positif berupa apresiasi dari salah satu warga. “Terima kasih kepada mahasiswa KKN UNDIP karena telah berbaur dengan masyarakat dan menjalankan berbagai kegiatan yang bermanfaat bagi warga RW 2 Kelurahan Mangkang Kulon” ujarnya.
Program multidisiplin ini merupakan bagian dari komitmen Universitas Diponegoro dalam mendukung produksi dan konsumsi yang berkelanjutan. Harapannya, program ini dapat meningkatkan kemampuan warga dalam memanfaatkan potensi limbah organik menjadi sesuatu yang bernilai tambah melalui budidaya maggot.











