Edukasi Budaya Bersih 5S Ala Jepang, Mahasiswa Bahasa dan Kebudayaan Jepang UNDIP Bagikan Booklet untuk Warga Brengkot Sragen
JATENG.NET, Sragen — Semangat menjaga kebersihan lingkungan dengan menerapkan gaya hidup bersih ala orang Jepang kini digaungkan di Kabupaten Sragen. Melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Muhammad Fahri Mubarok, mahasiswa Prodi Bahasa dan Kebudayaan Jepang Universitas Diponegoro (UNDIP), membagikan booklet edukasi yang berisi budaya bersih 5S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketsu, Shitsuke) kepada warga Dusun Brengkot RT 05 dan 06, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan. Kegiatan yang berlangsung pada 4 Agustus 2026 ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pengelolaan sampah dan kerapian lingkungan hidup melalui pendekatan kebudayaan Jepang.
“Selama ini Jepang terkenal sebagai salah satu negara terbersih di dunia karena prinsip 5S sudah ditanamkan sejak dini. Melalui booklet ini, kami mengenalkan budaya jepang dengan konsep 5S agar relevan dan bisa diterapkan oleh warga Desa Karanganyar,” ungkap Muhammad Fahri Mubarok.
Dalam booklet tersebut, warga diberikan panduan mengenai:
- Seiri (Ringkas): Memilah barang/sampah yang masih berguna dan yang harus dibuang.
- Seiton (Rapi): Menata tempat penyimpanan sampah dan peralatan lingkungan.
- Seiso (Resik): Melakukan pembersihan secara rutin.
- Seiketsu (Rawat): Mempertahankan standar kebersihan yang sudah dicapai.
- Shitsuke (Rajin): Membiasakan diri dan menjadikan disiplin bersih sebagai budaya sehari-hari.
Sebagai bentuk penerapan prinsip Seiso dan Seiketsu, program ini juga dilengkapi dengan pembuatan dan sosialisasi alat pembakaran sampah ramah lingkungan Rocket Stove serta papan informasi “Bye-Bye Asap Ngebul”.
Sosialisasi dilakukan secara langsung di area outdoor Dusun Brengkot RT 06 dengan membagikan booklet secara merata kepada kepala keluarga di sekitar lokasi pembangunan Rocket stove dan pemuda setempat. Para warga menyambut hangat kehadiran booklet edukasi ini. Diharapkan, luaran berupa booklet budaya 5S Jepang ini dapat menjadi bahan bacaan edukatif yang terus membimbing warga Desa Karanganyar dalam mewujudkan lingkungan desa yang asri dan bebas dari polusi sampah.





