Dorong SDG’s 4 Pendidikan Berkualitas, Mahasiswa KKN Hadirkan Literasi Digital dan Pojok Baca di SDN 1 dan 2 Toyogo
Toyogo, Sambungmacan, Sragen 2026 – Kemajuan teknologi memberikan kemudahan bagi siswa SD dalam mendapatkan informasi dan memanfaatkan berbagai media pembelajaran. Namun, kemudahan itu juga harus disertai dengan kemampuan menggunakan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab. Melihat situasi itu, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro yang bertugas di Desa Toyogo, Kecamatan Sambungmacan, Kabupaten Sragen, melakukan program Multidisiplin 1 berupa sosialisasi pendidikan literasi digital di SD Negeri 1 Toyogo pada tanggal 22 Juli 2026, serta membuat pojok baca di SD Negeri 2 Toyogo pada tanggal 24 Juli 2026.
Kegiatan yang salah satunya dilaksanakan oleh Abdullah Jalal Mahmud, seorang mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, menjadi satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 4 yang berfokus pada pendidikan berkualitas. Melalui program tersebut, mahasiswa berusaha memberikan pemahaman tentang penggunaan teknologi secara bijak sekaligus menyediakan sarana yang dapat membantu meningkatkan akses siswa terhadap bahan bacaan.
Program pertama diadakan pada 22 Juli 2026 di SD Negeri 1 Toyogo dengan kegiatan sosialisasi tentang pendidikan literasi digital yang diikuti oleh siswa kelas 5. Kegiatan ini dilakukan karena masih banyak siswa yang belum paham dengan baik bagaimana menggunakan media digital. Menggunakan gawai dan internet tanpa memahami dengan baik bisa membuat anak lebih mudah menerima informasi yang salah, terpapar konten negatif, mengalami pelecehan siber, atau kurang hati-hati dalam membagikan data pribadi.
Melalui kegiatan sosialisasi, para siswa diberi penjelasan tentang arti literasi digital dan bagaimana pentingnya bersikap cerdas dan bijak saat menggunakan berbagai teknologi. Materi yang diberikan bukan hanya menjelaskan cara menggunakan internet, tetapi juga mengajarkan siswa bagaimana menjadi pengguna media digital yang aman dan tanggung jawab.
Beberapa topik yang dibahas mencakup etika dalam menggunakan internet, cara mengakses media sosial secara bijak, menjaga keamanan data pribadi, serta cara memanfaatkan internet sebagai sarana belajar. Materi diajarkan dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan contoh-contoh yang relevan dengan pengalaman sehari-hari siswa, sehingga lebih memudahkan proses belajar.
Kegiatan berjalan secara nyata dengan cara berpresentasi, berdiskusi, bertanya dan menjawab, serta bermain permainan yang membantu belajar. Siswa diajak memahami berbagai contoh bagaimana teknologi digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan tersebut, siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat dan menjawab pertanyaan terkait penggunaan media digital.
Antusiasme siswa terlihat selama kegiatan berlangsung. Siswa yang aktif berpartisipasi dalam permainan, menjawab pertanyaan, serta memberikan tanggapan terhadap contoh yang diberikan. Kegiatan tersebut diharapkan bisa membuat siswa memahami bahwa internet tidak hanya untuk bermain, tetapi juga bisa digunakan mencari informasi dan membantu dalam belajar.
Sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program, mahasiswa KKN juga memberikan poster tentang literasi digital kepada pihak sekolah. Poster itu memberikan informasi dan pengingatan tentang pentingnya menggunakan media digital dengan cara yang aman, bijaksana, dan berani bertanggung jawab. Poster diharapkan bisa menjadi sarana pembelajaran yang dapat dilihat dan digunakan oleh siswa setelah acara sosialisasi selesai. Kegiatan kemudian diakhiri dengan foto bersama mahasiswa KKN dan para siswa.
Sementara itu, pada 24 Juli 2026, mahasiswa KKN melanjutkan program Multidisiplin 1 dengan membuat pojok baca di SD Negeri 2 Toyogo. Program ini dilaksanakan karena kondisi sekolah belum memiliki perpustakaan sebagai sarana pendukung dalam kegiatan literasi bagi siswa. Kondisi itu membuat siswa kesulitan mendapatkan bacaan tambahan selain buku pelajaran.
Sebagai cara yang mudah, mahasiswa KKN membuat sudut baca yang bisa dipakai siswa untuk membaca saat ada waktu luang. Kegiatan dilakukan dengan mempersiapkan dan mengatur tempat membaca agar lebih nyaman dan menarik. Selain itu, mahasiswa KKN juga memberikan rak dan buku-buku bacaan yang bisa dipakai untuk menambah koleksi bacaan bagi para siswa.
Selama kegiatan berlangsung, Abdullah Jalal Mahmud bersama Rifqi Istanto, yang juga merupakan mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro, menyerahkan rak dan buku bacaan kepada salah satu guru di SD Negeri 2 Toyogo. Penyerahan tersebut adalah bagian dari upaya untuk membantu menyediakan sarana belajar membaca dan menulis di sekolah-sekolah yang belum memiliki perpustakaan.
Rak yang diberikan digunakan untuk menyusun buku agar lebih teratur dan mudah diambil oleh para siswa. Sementara itu, buku-buku bacaan yang diberikan bisa digunakan oleh siswa sebagai bacaan tambahan di luar buku pelajaran. Dengan adanya rak dan buku-buku tersebut, sudut baca diharapkan bisa menjadi fasilitas sederhana yang mendorong siswa untuk membaca saat memiliki waktu luang.
Membuat sudut baca tidak hanya untuk memberi tempat beristirahat membaca, tetapi juga sebagai cara sederhana dalam membentuk kebiasaan membaca di sekolah. Area baca yang nyaman dan mudah diakses diharapkan mampu membuat siswa lebih tertarik membaca serta mendapatkan pengetahuan baru dari berbagai bahan bacaan yang tersedia.
Kegiatan pojok baca memiliki hubungan erat dengan SDG 4 yaitu Pendidikan Berkualitas. Memberikan bacaan dan fasilitas untuk membaca di lingkungan sekolah merupakan salah satu cara yang mendukung proses belajar siswa. Sementara itu, kegiatan literasi digital juga memberikan pengetahuan kepada siswa agar bisa menggunakan teknologi dan informasi dengan benar, sehingga dapat membantu proses belajar mereka.
Selain mendukung SDG 4, kegiatan literasi digital juga membantu mencapai SDG 16 yaitu perdamaian, keadilan, dan institusi yang kuat.Hal ini dilakukan dengan memberikan pemahaman tentang etika dalam menggunakan internet, melindungi data pribadi, serta memanfaatkan media digital dengan tanggung jawab. Pemahaman ini diharapkan bisa membantu siswa membentuk kebiasaan yang lebih baik saat berinteraksi di lingkungan digital.
Kedua acara tersebut menggunakan metode yang berbeda, tetapi bertujuan untuk saling melengkapi. Literasi digital memberi pengetahuan kepada siswa tentang cara menggunakan teknologi dan informasi dengan tepat, sedangkan pojok baca menyediakan tempat dan akses untuk membaca berbagai bahan, sehingga membantu mereka terbiasa membaca. Jadi, literasi tidak hanya tentang kemampuan membaca, tetapi juga tentang kemampuan untuk mencari, memahami, menggunakan, dan merespons informasi dengan benar.
Program ini menunjukkan bahwa mendukung pendidikan yang berkualitas bisa dilakukan dengan cara-cara sederhana yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah. Sosialisasi yang dilakukan dengan cara interaktif bisa memberi pemahaman yang berbeda bagi para siswa, sedangkan adanya sudut baca bisa menjadi pilihan alternatif untuk meningkatkan kebiasaan membaca di sekolah-sekolah yang belum punya perpustakaan.
Mahasiswa KKN berharap kegiatan yang sudah dilakukan bisa tetap digunakan oleh sekolah setelah program KKN berakhir. Poster literasi digital yang sudah diberikan bisa menjadi sarana mengingatkan siswa tentang cara menggunakan teknologi dengan bijak. Sementara itu, rak dan buku yang sudah diberikan kepada SD Negeri 2 Toyogo diharapkan tetap dimanfaatkan dan dirawat dengan baik agar pojok baca bisa digunakan secara terus-menerus.
Program dapat terus berjalan dengan menambah buku secara perlahan dan mengajak siswa memanfaatkan pojok baca saat memiliki waktu luang. Dengan bantuan dari pihak sekolah, guru, dan siswa, sarana sederhana ini diharapkan bisa terus memberi manfaat untuk meningkatkan minat membaca dan mendukung proses belajar mengajar.
Melalui program Multidisiplin 1 ini, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro berusaha ikut serta dalam mendukung tujuan SDGs dengan meningkatkan kualitas pendidikan, meningkatkan kemampuan baca tulis, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab. Kegiatan yang dilaksanakan di SD Negeri 1 Toyogo pada 22 Juli 2026 dan SD Negeri 2 Toyogo pada 24 Juli 2026 merupakan bentuk nyata dari partisipasi mahasiswa dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan di Desa Toyogo.
Akhirnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya tentang memberikan fasilitas, tetapi juga tentang membentuk kebiasaan dan kemampuan siswa untuk terus belajar sendiri. Literasi digital dan pojok baca diharapkan bisa menjadi langkah kecil yang memberi manfaat terus-menerus bagi siswa SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Toyogo dalam menghadapi perkembangan informasi dan teknologi di masa depan.
- Jalal Mahmud
- Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi, Universitas Diponegoro
- Setuju






