Unjuk Karya Anak Desa, Expo KKN UPGRIS Kelompok 15 Pamerkan Lilin Aromaterapi dan Gantungan Kunci Daur Ulang di Baran
AMBARAWA, 3 September 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tema Berdampak Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 15 turut memeriahkan Pekan Expo KKN UPGRIS dengan menampilkan produk hasil program kerja mereka di Kelurahan Baran, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Rabu (3/9/2026).
Berbeda dari stan lain yang banyak menampilkan produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) warga, stan Kelompok 15 turut memamerkan dua produk hasil program kerja mereka sendiri, yaitu lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah daur ulang dan gantungan kunci kreatif dari tutup botol bekas. Kedua produk ini merupakan hasil dari program kerja bidang lingkungan yang sebelumnya telah disosialisasikan kepada warga Kelurahan Baran.
Lilin aromaterapi yang dipamerkan merupakan hasil olahan minyak jelantah yang sebelumnya kerap dibuang begitu saja oleh warga, kini disulap menjadi produk bernilai jual dengan berbagai pilihan aroma. Sementara itu, gantungan kunci dari tutup botol bekas menjadi bukti nyata bahwa sampah anorganik pun dapat diolah menjadi kerajinan tangan yang unik dan menarik.
Dani Kurnia Sandy, selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN UPGRIS Kelompok 15, menjelaskan bahwa kehadiran produk daur ulang ini di expo bertujuan memperkenalkan hasil program kerja kelompok sekaligus mengedukasi pengunjung tentang pentingnya pengelolaan limbah.
“Kami ingin menunjukkan bahwa program kerja kami tidak berhenti di sosialisasi saja, tapi juga menghasilkan produk nyata yang bisa dilihat dan dinikmati masyarakat. Melalui expo ini, kami berharap semakin banyak warga yang tergerak untuk mengolah limbah rumah tangga maupun anorganik menjadi barang bernilai guna,” ujar Dani Kurnia Sandy, Koordinator Desa (Kordes) KKN UPGRIS Kelompok 15.
Sugiharto, S.E., selaku Lurah Baran, turut mengapresiasi partisipasi mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 15 dalam Pekan Expo tersebut.
“Kami bangga produk hasil program kerja mahasiswa KKN bisa ikut tampil di expo ini. Semoga ini menjadi motivasi bagi warga Baran untuk terus berinovasi mengolah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Sugiharto, S.E., Lurah Baran.
Stan Kelompok 15 turut menarik perhatian pengunjung yang penasaran dengan proses pembuatan kedua produk tersebut. Sejumlah pengunjung bahkan menyempatkan diri bertanya langsung kepada mahasiswa mengenai cara pembuatan lilin aromaterapi dan gantungan kunci daur ulang tersebut.
Melalui keikutsertaan dalam Pekan Expo KKN UPGRIS ini, mahasiswa Kelompok 15 berharap dapat terus menginspirasi masyarakat Kelurahan Baran untuk memanfaatkan limbah di sekitar menjadi produk kreatif dan bernilai ekonomis.
Tim Penyusun: Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 15 — Kelurahan Baran, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang.
- Dani kurnia sandy
- Mahasiswa Prodi Pendidikan Jasmani,Kesehatan dan Rekreasi, Universitas PGRI Semarang
- Setuju









