Dari Kuda Lumping sampai Jenang Cikru, Bejalen Tunjukkan Pesonanya di Ambarawa
AMBARAWA – Desa Bejalen turut meramaikan gelaran PESONA Ambarawa yang berlangsung pada 1 September 2026. Dalam kegiatan tersebut, Desa Bejalen membawa dua potensi khasnya, yakni kesenian Kuda Lumping Baru Klinting dan kuliner tradisional Jenang Cikru.
Keikutsertaan Bejalen menjadi kesempatan untuk memperkenalkan potensi desa kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan PESONA Ambarawa. Tidak hanya menampilkan kesenian, Bejalen juga mengenalkan salah satu kuliner khas yang menjadi bagian dari kekayaan lokal masyarakat desa.
Kuda Lumping Baru Klinting menjadi salah satu daya tarik yang dibawa Bejalen dalam kegiatan tersebut. Kesenian ini tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari budaya lokal yang terus dikenalkan kepada masyarakat.
Selain kesenian, Jenang Cikru turut menjadi bagian yang tidak kalah menarik. Kuliner tradisional tersebut diperkenalkan sebagai salah satu makanan khas yang menjadi potensi kuliner Desa Bejalen.
“Melalui PESONA Ambarawa ini, kami ingin mengenalkan bahwa Bejalen tidak hanya memiliki potensi wisata, tetapi juga punya kesenian dan kuliner khas yang menarik untuk dikenal lebih luas,” ujar Nowo Sugiharto selaku Kepala Desa.
Keikutsertaan Desa Bejalen dalam PESONA Ambarawa diharapkan dapat membuka kesempatan untuk memperkenalkan berbagai potensi yang dimiliki desa kepada masyarakat di luar Bejalen.
“Kami senang bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan ini. Harapannya, semakin banyak orang yang mengenal Kuda Lumping Baru Klinting dan Jenang Cikru sebagai bagian dari potensi yang dimiliki Bejalen,” ungkap Dimas Nugroho Hardianto, Ketua KKN Desa Bejalen
Melalui kegiatan seperti PESONA Ambarawa, potensi budaya dan kuliner lokal tidak hanya ditampilkan, tetapi juga menjadi cara bagi Desa Bejalen untuk memperkenalkan identitas dan kekayaan desanya kepada masyarakat yang lebih luas.
- Tim KKN Kelompok 18 Desa Bejalen
- Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang di Desa Bejalen
- Setuju







