KKN UPGRIS Kelompok 38 Buat Peta Potensi UMKM Desa Jamus, Jadi Program Unggulan Pemetaan Wilayah

KKN UPGRIS Kelompok 38 Buat Peta Potensi UMKM Desa Jamus, Jadi Program Unggulan Pemetaan Wilayah

Demak – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 38 resmi menyerahkan Peta Digital Potensi Desa kepada Pemerintah Desa Jamus, bertempat di Balai Desa Jamus, Rabu (02/08/2026). Peta digital ini memuat sebaran lokasi serta potensi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di wilayah Desa Jamus, dan menjadi salah satu program kerja (proker) unggulan yang diusung oleh KKN Kelompok 38 selama masa pengabdian di desa tersebut.

Prosesi serah terima peta berlangsung khidmat dan disaksikan langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Mei Fita Sari Untari, M.Pd., serta ditandatangani secara resmi oleh Koordinator Desa dan Kepala Desa Jamus, Muh. Rifai, S.Sos., sebagai bentuk legalitas dan dukungan penuh pemerintah desa terhadap keberlanjutan pemanfaatan peta digital tersebut.

Peta digital ini dirancang tidak hanya sebagai media informasi visual, tetapi juga sebagai instrumen strategis bagi pemerintah desa dalam memetakan potensi ekonomi lokal secara lebih sistematis. Dengan adanya peta ini, sebaran UMKM di setiap dukuh dapat teridentifikasi secara jelas, mulai dari jenis usaha, lokasi, hingga potensi pengembangannya, sehingga dapat menjadi acuan dalam perumusan kebijakan maupun program pemberdayaan ekonomi masyarakat ke depannya.

Sekretaris Desa Jamus, Muchlisin, dalam sambutannya yang disampaikan di Balai Desa Jamus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kontribusi mahasiswa KKN UPGRIS dalam mewujudkan program pemetaan potensi desa ini.

“Terima kasih kepada seluruh adik-adik mahasiswa dari UPGRIS yang telah membuat peta potensi desa, khususnya potensi UMKM yang ada di desa kami. Ini merupakan program kerja yang sangat baik, supaya kita semua dapat lebih mengerti dan memahami di titik mana saja potensi desa berada, termasuk tempat-tempat yang menjadi lokasi UMKM warga,” ujar Muchlisin.

Sementara itu, Nawareswara Adhe Hayundhita, mahasiswa KKN Kelompok 38 dari Program Studi Arsitektur, turut menjelaskan secara detail konsep desain serta pertimbangan teknis di balik pembuatan peta digital tersebut.

“Peta ini kami desain agar tidak hanya informatif, tetapi juga fungsional dan mudah digunakan oleh perangkat desa. Salah satu detail yang kami perhatikan adalah penambahan roda di bagian bawah papan peta, tujuannya supaya peta ini bisa dengan mudah dipindah-pindahkan sesuai kebutuhan, misalnya saat digunakan dalam acara-acara desa atau dipajang di lokasi strategis yang berbeda-beda. Dari sisi desain, kami juga mempertimbangkan aspek keterbacaan dan estetika, sehingga informasi potensi UMKM dapat tersampaikan dengan jelas namun tetap enak dipandang,” jelas Nawareswara.

Ia menambahkan bahwa sebagai mahasiswa arsitektur, dirinya berupaya menghadirkan pendekatan desain yang tidak hanya berorientasi pada fungsi, tetapi juga memperhatikan kenyamanan pengguna dalam jangka panjang, mengingat peta ini akan menjadi aset desa yang digunakan secara berkelanjutan.

Kehadiran Peta Digital Potensi UMKM ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendorong pengembangan ekonomi lokal Desa Jamus secara lebih terarah. Selain mempermudah masyarakat maupun pihak luar dalam mengenali potensi usaha yang ada, peta ini juga berfungsi sebagai media promosi tidak langsung yang dapat meningkatkan visibilitas UMKM desa kepada khalayak yang lebih luas, termasuk calon investor maupun mitra usaha.

Melalui program ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38 berharap Peta Digital Potensi Desa dapat terus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah desa, sekaligus menjadi kenang-kenangan bermakna dari mahasiswa KKN Kelompok 38 bagi kemajuan dan pembangunan berbasis potensi lokal Desa Jamus.

  • Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 38
  • Mahasiswa KKN Universitas PGRI Semarang
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!