Tanggulangi Banjir dan Kelola Sampah Organik, Mahasiswa KKN Undip Lakukan Penanaman Sumur Biopori di Lingkungan Masyarakat

Avatar photo

- Editorial Team

Senin, 11 Agustus 2025 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sumur biopori yang dibuat oleh mahasiswa KKN Undip di Desa Sugihmanik, Grobogan, untuk meningkatkan lahan resapan air. Inovasi ini bertujuan mencegah banjir dan mengolah sampah organik.

Sumur biopori yang dibuat oleh mahasiswa KKN Undip di Desa Sugihmanik, Grobogan, untuk meningkatkan lahan resapan air. Inovasi ini bertujuan mencegah banjir dan mengolah sampah organik.

JATENG.NET, GROBOGAN – Melalui pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN), mahasiswa Universitas Diponegoro dari berbagai disiplin ilmu saling berdiskusi dan bertukar pikiran untuk menyelesaikan masalah yang ada di Desa Sugihmanik, Kabupaten Grobogan. Salah satu masalah utama di daerah ini adalah kurangnya lahan resapan air yang seringkali menyebabkan banjir.

Solusi yang dihadirkan oleh mahasiswa adalah pembuatan sejumlah sumur biopori di tiga tempat, yakni di rumah warga, kediaman pemilik usaha, dan di sekolah. Tak hanya itu, mahasiswa juga melakukan sosialisasi singkat kepada masyarakat mengenai manfaat sumur biopori. Program ini disupervisi langsung oleh dosen pembimbing lapangan, Prof. Dr. Sri Hartini, S.T., M.T.

A couple of men using a drill Description automatically generated
Mahasiswa KKN Undip melakukan pengeboran tanah untuk membuat sumur biopori di salah satu titik di Desa Sugihmanik, Grobogan. Kegiatan ini merupakan solusi untuk mengatasi masalah banjir dan kurangnya lahan resapan air.

Banyak masyarakat di Desa Sugihmanik memiliki lahan pemukiman yang luas, namun sebagian besar telah dilakukan betonisasi. Akibatnya, luas lahan resapan air yang semula berupa tanah dan menjadi bagian penting dari siklus air menjadi sedikit. Hal ini diperparah oleh berdirinya beragam industri di beberapa titik.

Dalam kesempatan KKN tahun ini, kelompok 1 IDBU-69 Grobogan melakukan program penanaman 9 sumur biopori di 3 titik, yakni 3 sumur di kediaman Ibu Yayuk pada tanggal 8 Agustus, 3 sumur di SD Negeri 2 Sugihmanik pada tanggal 9 Agustus, dan 3 sumur di kediaman pemilik usaha Kedai Ladiba pada tanggal 10 Agustus.

Proses pembuatan sumur biopori membutuhkan beberapa alat, seperti bor tanah, pipa paralon, dan tutup plastik. Bor tanah memiliki diameter mata bor sebesar 15 cm. Pipa paralon memiliki panjang 30 cm. Sebelum ditanam ke tanah, seluruh pipa dilubangi terlebih dahulu. Hal ini berguna untuk jalan keluar air dan unsur organik. Tutup plastik juga dilubangi terlebih dahulu sebagai jalan keluar gas dan untuk mempermudah membuka.

Baca Juga:  Bersama Hathi Semarang KKN-T Rabuk UNDIP Laksanakan Kegiatan Susur Sungai Krengseng sebagai Upaya Pelestarian Lingkungan

Tahapan pembuatan sumur biopori sendiri diawali dengan menentukan titik yang akan digunakan. Titik yang dipilih adalah yang memiliki tanah yang tidak terlalu keras (gembur), jauh dari instalasi air seperti pipa PDAM atau septic tank, serta jauh dari tumbuhan. Kemudian, dilakukan pengeboran pada titik tersebut.

Pengeboran dilakukan secara bertahap sembari dilakukan penggalian tanah/pemindahan kerikil dan batu secara berkala. Setelah kedalaman lubang telah mencapai 30 cm, pipa paralon ditaruh di dalamnya, lalu ditimbun menggunakan tanah. Terakhir, dilakukan pemasangan tutup plastik.

Setelah itu, dilakukan sosialisasi singkat mengenai tujuan dan manfaat adanya sumur biopori ini kepada masyarakat yang rumahnya menjadi titik pembuatan.

Adapun manfaat dari sumur biopori adalah untuk meningkatkan daya resap air, mencegah banjir, mengurangi sampah organik, dan menyuburkan tanah. Alih-alih membuangnya, masyarakat dapat memasukkan sampah organik yang dihasilkan ke dalam sumur biopori.

Kegiatan ini mendapatkan respons yang positif dari masyarakat dan warga sekolah yang merasa terbantu atas adanya pembuatan sumur biopori.

“Sejauh ini, di sini belum ada sumur biopori mas, semoga sumur yang sudah ditanam ini bisa jadi media resapan dan pengolahan limbah organik yang bermanfaat ke depannya,” ujar salah satu guru di SD Negeri 2 Sugihmanik.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan banjir dapat terminimalisir, serta terjadi peningkatan kesadaran masyarakat tentang keutamaan pengelolaan sampah organik dan lahan resapan.

Penulis: Farhan Fahrezi

Follow WhatsApp Channel www.jateng.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang
Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas
Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan
Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?
CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati
SDN Gedanganak 02 Catat Prestasi! Aji Darma Juara 1 Olimpiade Teknologi Tingkat Kabupaten
Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia
Analisis Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Industri Properti di PT. Musawa Jaya Perkasa
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:21 WIB

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:54 WIB

Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:39 WIB

Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?

Senin, 1 Desember 2025 - 14:43 WIB

CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati

Berita Terbaru