Mahasiswa KKN Tematik Undip & Unisvet Gelar Program Pengisian Aviary sebagai Media Edukasi di Edupark Situs Perahu Kuno di Desa Punjulharjo, Rembang
JATENG.NET, REMBANG — Sebagai destinasi wisata edukasi, Edupark Situs Perahu Kuno bertanggung jawab untuk melestarikan warisan budaya dan sejarah maritim Indonesia. Fasilitas pendukung yang inventif dan interaktif diperlukan untuk meningkatkan daya tarik pendidikan dan memperkaya pengalaman pembelajaran siswa.
Tujuan dari pengisian aviary dengan spesies burung lokal adalah untuk menyediakan laboratorium alam yang memberikan pengalaman pembelajaran langsung tentang perilaku satwa dan pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem. Pengunjung dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang kompleksitas kehidupan satwa dan hubungannya dengan lingkungan mereka melalui observasi langsung. Diharapkan juga dengan adanya aviary di Edupark Situs Perahu Kuno dapat menarik wisatawan untuk berkunjung ke Situs Perahu Kuno.
Penyusunan Konsep Dekorasi
Di Edupark Situs Perahu Kuno, tahap awal pengisian aviary sebagai media edukasi dimulai dengan menyusun konsep dekorasi yang komprehensif dan berkelanjutan. Faktor-faktor seperti fungsionalitas, estetika, dan nilai edukatif yang akan disampaikan kepada pengunjung semuanya dipertimbangkan saat merancang konsep ini. Tim ahli melakukan penelitian menyeluruh tentang habitat alami burung-burung yang akan ditempatkan saat merancang konsep dekorasi. Ini dilakukan untuk membuat lingkungan yang paling dekat dengan kondisi asli burung-burung dan paling nyaman bagi fauna yang akan tinggal di aviary.
Pemilihan pohon tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis, tetapi juga nilai edukatif dan estetika yang dapat diberikan kepada pengunjung. Pohon yang dipilih harus memiliki bentuk dan struktur yang menarik secara visual, serta harus menunjukkan keanekaragaman flora lokal. Di aviary, pohon ditempatkan dengan cara yang memungkinkan burung bergerak secara alami dan memberikan pengalaman visual yang luar biasa bagi pengunjung yang melihat dari berbagai sudut pandang.
Perancangan dan Kostruksi Kolam Air Minum
Pembuatan kolam untuk memberikan air minum kepada burung ini memiliki desain bulat dengan hiasan batu-batuan di sampingnnya. Penempatan kolam di aviary di tempatkan pada lokasi yang mudah diakses oleh burung dari berbagai tempat mereka bertengger, mudah dilihat oleh pengunjung untuk melihat dan belajar, dan sesuai dengan dekorasi lainnya. Meskipun kolam berada di tempat yang mudah dijangkau burung, itu tidak mengganggu pergerakan alami burung. Selain itu, desain kolam harus memungkinkan perawatan dan pembersihan yang mudah dengan menyediakan akses yang cukup bagi petugas perawatan tanpa mengganggu kenyamanan burung.
Pemilihan Jenis Burung
Pada tahap akhir yang sangat penting ini, jenis burung yang akan dimasukkan ke dalam aviary dipilih dengan banyak pertimbangan. Banyak faktor yang memengaruhi pemilihan burung merpati kipas (Columba livia domestica) dan burung benggolo. Kedua jenis burung ini dipilih karena sangat cocok untuk tujuan edukasi dan lingkungan burung. Untuk tujuan edukasi, burung merpati kipas dipilih karena keunikan morfologinya yang menarik, dengan bulu ekor yang dapat berkembang seperti kipas, memberikan atraksi visual yang memukau bagi pengunjung. Burung merpati kipas tidak hanya memiliki aspek estetika; mereka juga jinak dan mudah beradaptasi dengan lingkungan buatan, tidak agresif terhadap manusia atau hewan lain, dan sangat aktif dan menarik untuk dilihat. Perawatan burung merpati kipas mudah karena mereka toleran terhadap berbagai jenis pakan, tahan terhadap penyakit, dan tidak memerlukan perawatan khusus. Kedua burung ini di pilih selain karena visulnya yang menarik juga karena jenis pakan yang mudah untuk di cari.
Hasil
Setelah pengisian aviary dengan burung, banyak hasil positif telah dicapai, Aviary dibuat tidak hanya sebagai tempat pajangan burung; itu adalah laboratorium alam terbuka di mana pengunjung dapat belajar tentang ekologi, perilaku satwa, dan pentingnya konservasi habitat alami. Program pendidikan yang terorganisir dan interaktif dapat menyampaikan manfaat pendidikan dari setiap aspek ekosistem burung, mulai dari pemilihan tanaman hingga jenis burung.






