JATENG.NET, Semarang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 17 melaksanakan program pendataan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah Kelurahan Candirejo. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, mulai dari Senin, 19 Januari 2026, hingga Selasa, 20 Januari 2026.
Program pendataan ini bertujuan untuk memetakan potensi ekonomi lokal serta memperbarui basis data UMKM yang ada di Kelurahan Candirejo. Dengan data yang akurat, diharapkan pemerintah kelurahan maupun pihak terkait dapat memberikan pembinaan dan bantuan yang lebih tepat sasaran bagi para pelaku usaha di masa mendatang.
Selama dua hari, para mahasiswa menyisir berbagai titik di Kelurahan Candirejo untuk melakukan wawancara langsung dengan para pelaku usaha. Fokus pendataan meliputi jenis usaha, lama beroperasi, kendala yang dihadapi, hingga jangkauan pemasaran produk.
Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah kawasan wisata Teras Gunung, yang menjadi pusat kuliner setempat. Di lokasi ini, mahasiswa menemui berbagai pelaku usaha yang memiliki potensi besar namun masih membutuhkan pendampingan dalam hal digitalisasi pemasaran.
Ibu Anita, salah satu pelaku UMKM yang berjualan di Teras Gunung, menyambut baik inisiatif para mahasiswa ini. “Saya merasa terbantu dengan adanya pendataan ini. Harapannya, suara kami para pedagang kecil bisa lebih terdengar, dan semoga adik-adik KKN juga bisa membantu kami cara promosi di media sosial,” ujarnya saat diwawancarai di lapaknya.
Koordinator Mahasiswa KKN Kelompok 17 menyatakan bahwa data yang terkumpul akan diolah menjadi profil UMKM kelurahan. “Kami ingin memberikan kontribusi nyata bagi Candirejo. Pendataan ini adalah langkah awal untuk mengidentifikasi apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh warga, seperti Ibu Anita dan pedagang lainnya,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut dari pendataan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 17 berencana untuk mengadakan sosialisasi dan pendampingan pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi para pelaku UMKM di Kelurahan Candirejo. Program ini diharapkan dapat membantu warga mendapatkan legalitas usaha secara gratis dan mudah melalui sistem OSS (Online Single Submission), sehingga usaha masyarakat memiliki daya saing yang lebih tinggi.
