JATENG.NET, YOGYAKARTA – Upaya mewujudkan kota yang bersih, aman, dan berkelanjutan terus dilakukan berbagai elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa. Dalam rangka mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 11 tentang Kota dan Komunitas Berkelanjutan, lima mahasiswa Program Studi Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) melaksanakan aksi lapangan di Bank Sampah Lintas Winongo Yogyakarta.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan terjun langsung membantu operasional pengelolaan limbah rumah tangga bersama para kader bank sampah setempat. Mulai dari mengangkut sampah yang disetorkan warga, memilah berdasarkan jenis material, hingga melakukan proses penimbangan sampah, seluruh aktivitas dilakukan secara kolaboratif.
Bank Sampah Lintas Winongo sendiri merupakan gerakan peduli lingkungan yang telah dirintis sejak tahun 2008 dan aktif secara konsisten sejak 2009. Gerakan ini lahir dari keprihatinan pendamping bank sampah terhadap kebiasaan masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Melihat besarnya potensi ekonomi dari limbah anorganik seperti botol plastik dan kantong kresek, program pengelolaan sampah berbasis masyarakat mulai dijalankan dengan melibatkan ibu rumah tangga dan kader PKK.
Seiring berjalannya waktu, bank sampah tersebut berkembang menjadi salah satu penggerak penting dalam pengurangan volume sampah menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sistem yang diterapkan juga mendorong masyarakat untuk lebih disiplin memilah sampah sejak dari rumah.
Dalam kegiatan lapangan itu, anggota Kelompok 10 dibagi ke beberapa tugas untuk membantu seluruh alur operasional bank sampah. Mereka menyambut warga yang datang membawa sampah rumah tangga, membantu menurunkan muatan ke area pelataran, hingga melakukan pemilahan sampah secara detail berdasarkan kategori material.
Sampah dipisahkan menjadi beberapa jenis, seperti kardus, botol kaca, kaleng besi, plastik bening, kantong kresek, hingga botol mineral. Proses pemilahan ini menjadi tahap penting karena setiap jenis sampah memiliki nilai jual berbeda ketika disetorkan ke pengepul besar.
Setelah dipilah, sampah kemudian ditimbang menggunakan alat timbang yang tersedia. Hasil penimbangan selanjutnya dicatat oleh kader bank sampah dan dikonversi menjadi nominal uang yang masuk ke buku tabungan milik warga penyetor sampah.

Pendamping Bank Sampah Lintas Winongo mengungkapkan bahwa kesadaran masyarakat terhadap pentingnya memilah sampah mulai meningkat sejak sistem bank sampah berjalan. Namun demikian, masih terdapat tantangan dalam menjaga stabilitas pasokan sampah dari warga.
“Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah sebenarnya sudah meningkat dengan adanya sistem ini. Di sini mereka tinggal mengumpulkan, lalu kita timbang dan catat ke buku tabungan warga. Namun, tantangan terbesar kami saat ini adalah maraknya tukang rongsok keliling yang kerap membeli sampah warga secara langsung di hari kerja sebelum jadwal operasional bank sampah dimulai,” ujarnya di sela aktivitas pemilahan sampah.

Meski dijalankan secara sukarela dan belum mendapatkan bantuan dana operasional tetap dari pemerintah, Bank Sampah Lintas Winongo telah meraih berbagai prestasi tingkat kota hingga provinsi sejak tahun 2010. Konsistensi para kader menjadi faktor utama keberlangsungan gerakan lingkungan tersebut hingga saat ini.
Untuk menjaga efektivitas kerja para kader, operasional bank sampah kini dilaksanakan dua minggu sekali setiap hari Sabtu. Sistem tersebut dinilai mampu menjaga keseimbangan antara produktivitas kegiatan sosial dan waktu istirahat para pengelola.
Melalui aksi ini, Kelompok 10 tidak hanya membantu meringankan pekerjaan fisik para kader, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung mengenai pentingnya kolaborasi masyarakat dalam menjaga lingkungan. Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa keterlibatan komunitas lokal dan kedisiplinan warga dapat menjadi solusi nyata dalam menciptakan kota yang lebih berkelanjutan di masa depan.
Penulis:
- Leonyta Putri Thoriqul Jannah
- Aldya Sevia Putri
- Syariah Ramadhani
- Shafa Lindi Ramadhani
- Dela Puji Lestari
Pendidikan Administrasi Perkantoran Universitas Negeri Yogyakarta
