JATENG.NET, PEKALONGAN — Desa Blacanan, Kecamatan Siwalan, Kabupaten Pekalongan, merupakan wilayah pesisir yang setiap tahunnya mengalami penurunan permukaan tanah sehingga rawan terhadap banjir rob yang menyebabkan genangan air di jalanan dan lahan permukiman warga.
Ketidakpastian kondisi geografis ini membuat rumah warga sewaktu-waktu dapat terendam air rob yang berdampak pada kenyamanan dan kualitas lingkungan tempat tinggal. Kondisi tersebut mendorong pentingnya upaya menjaga kesehatan keluarga di tengah tantangan lingkungan yang tidak menentu.
Menyikapi hal itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim 15 2025 Universitas Diponegoro di bawah bimbingan Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum., Riris Tiani, S.S., M.Hum, dan Dr. Nailul Fauziyah, S.Psi., M.Psi. melaksanakan program kerja sosial kemasyarakatan mengenalkan bawang hitam sebagai pangan fungsional alami yang dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta mendukung kesehatan keluarga.
Mengenal Bawang Hitam: Si Hitam Berkhasiat dari Dapur Rumah

Bawang hitam merupakan hasil fermentasi dari bawang putih yang telah melalui proses pemanasan dengan suhu dan waktu tertentu. Proses ini mengubah komposisi kimia alaminya, menghasilkan senyawa bioaktif yang lebih tinggi.
Senyawa ini memiliki efek antioksidan, antiinflamasi, antikanker, dan immunomodulatory yang membantu melawan radikal bebas, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, dan berperan sebagai pelindung alami terhadap berbagai penyakit kronis.
Sayangnya, pengetahuan masyarakat tentang bahan alami ini masih terbatas. Oleh karena itu, melalui program ini, mahasiswa KKN mengangkat potensi bawang hitam sebagai solusi untuk menjaga kesehatan keluarga, sekaligus menunjukkan bahwa bahan dapur sehari-hari memiliki manfaat besar sebagai suplemen alami.
Program ini digelar pada Kamis (10/7/2025) bertempat di Balai Desa Blacanan, diawali dengan pemberian materi kepada Ibu-Ibu PKK mengenai apa itu bawang hitam dan manfaatnya. Dalam sesi ini, mahasiswa KKN memaparkan secara interaktif dan komunikatif dengan bahasa bahasa sederhana yang relevan dengan keseharian ibu-ibu sehingga mudah dipahami dan diterapkan. Untuk membuktikan bahwa bawang hitam dapat dibuat secara mandiri di rumah tanpa peralatan khusus, mahasiswa KKN melakukan demonstrasi langsung proses pembuatannya.
Dalam kegiatan ini, ibu-ibu diperlihatkan bagaimana bawang putih bisa diolah menjadi bawang hitam menggunakan alat rumah tangga sederhana seperti rice cooker. Melalui pendekatan yang sederhana dan aplikatif, diharapkan masyarakat dapat mulai mengubah cara pandang mereka terhadap bahan dapur, dari sekadar bumbu masakan menjadi sumber kesehatan.
Respons dari Ibu-Ibu PKK sangat positif, sebagian besar dari mereka mengaku baru pertama kali mengetahui tentang bawang hitam dan manfaatnya bagi kesehatan. Ibu Ria Hartini selaku ketua PKK menyatakan bahwa kegiatan ini memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat.
Melalui program ini, diharapkan dapat menjadi solusi sederhana, tetapi berdampak nyata dalam mendukung ketahanan kesehatan masyarakat Desa Blacanan. Di tengah tantangan geografis yang terus berubah, edukasi semacam ini tidak hanya menjadi sarana peningkatan pengetahuan, tetapi juga menjadi pemicu kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap pola hidup sehat melalui pemanfaatan bahan alami yang mudah diakses.
Dengan menjadikan dapur sebagai awal dari gaya hidup sehat, masyarakat Desa Blacanan diajak untuk tidak hanya bertahan, tetapi juga berdaya dalam menjaga kesehatan diri dan keluarganya.











