Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Edukasi Dampak Minyak Jelantah, Langkah Kecil Menuju Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan di Desa Pulosari

Avatar photo

- Editorial Team

Minggu, 11 Agustus 2024 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Edukasi Dampak Minyak Jelantah, Langkah Kecil Menuju Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan di Desa Pulosari

Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Edukasi Dampak Minyak Jelantah, Langkah Kecil Menuju Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan di Desa Pulosari

JATENG.NET, KARANGANYAR ─ Minyak jelantah, yang merupakan minyak sisa penggorengan, sering kali dianggap sebagai limbah yang sepele. Padahal, minyak sisa penggorengan yang tidak dikelola dengan baik dapat menjadi ancaman serius bagi lingkungan dan kesehatan manusia. 

Mahasiswa KKN UNDIP Adakan Edukasi Dampak Minyak Jelantah, Langkah Kecil Menuju Kesadaran Lingkungan dan Kesehatan di Desa Pulosari
Foto bersama Pengurus PKK Desa Pulosari pasca pelaksanaan program kerja, Minggu (4/8) (Sumber: Dok. Istimewa)

Menurut salah satu kader PKK Desa Pulosari, Ibu Tika, menjelaskan bahwa sebagian besar masyarakat Desa Pulosari sering kali membuang minyak jelantah begitu saja ke saluran air ataupun tanah sehingga tanpa disadari tindakan tersebut dapat mencemari lingkungan.

Sadar akan pentingnya hal tersebut, Fahma Saniyya, mahasiswa Tim II Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) 2023/2024 dari Jurusan Kimia Fakultas Sains dan Matematika (FSM) 2021, mengadakan program kerja monodisiplin mengenai edukasi dampak minyak jelantah bagi lingkungan dan kesehatan manusia. 

Kegiatan program kerja monodisiplin dilaksanakan pada Minggu (4/08/24) dengan dihadiri oleh ibu-ibu PKK Desa Pulosari. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi tentang minyak jelantah dan dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. 

Pembahasan materi dalam edukasi tersebut dimulai dengan pengetahuan umum tentang ciri-ciri minyak jelantah, kemudian dampaknya bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Pada dasarnya, minyak sisa penggorengan sudah tidak layak konsumsi jika minyak tersebut berwarna gelap, berbau tidak sedap, berbusa, dan memiliki rasa tengik. 

Foto bersama Pengurus PKK dan Tim II KKN UNDIP 2023/2024 Desa Pulosari pasca pelaksanaan program kerja, Minggu (4/8) (Sumber: Dok. Istimewa)
Baca Juga:  Mahasiswi KKN-T UNISVET Gelar Edukasi dan Advokasi Open Trip Kereta Kencana untuk Rute Wisata Situs Perahu Kuno

Menurut penelitian, minyak jelantah mengandung asam lemak bebas yang tinggi. Konsumsi asam lemak bebas yang tinggi beresiko menimbulkan bahaya kesehatan seperti stroke dan jantung koroner. Selain berdampak pada kesehatan manusia, pembuangan minyak jelantah secara sembarangan ke saluran air dapat menimbulkan pencemaran air. Sedangkan minyak jelantah yang hanya dibuang begitu saja ke tanah akan membentuk lapisan yang menghalangi pertukaran udara dan air sehingga menghambat kesuburan tanah.

Setelah pembahasan materi tersebut, ibu-ibu PKK antusias dalam memberikan pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang diajukan oleh anggota PKK, Ibu Riska, beliau menanyakan tentang bagaimana cara mengelola minyak sisa penggorengan dengan baik. 

Menanggapi pertanyaan tersebut, Fahma menjelaskan bahwa minyak yang telah digunakan dapat disaring terlebih dahulu untuk menghilangkan sisa makanan dan kotoran sebelum disimpan dalam wadah tertutup. Jika minyak sudah tidak layak dikonsumsi, minyak dapat diolah menjadi produk inovatif, seperti sabun ataupun lilin aromaterapi.

Antusiasme ibu-ibu PKK dalam mengikuti kegiatan edukasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya dampak yang ditimbulkan oleh minyak jelantah bagi lingkungan dan kesehatan manusia. Meskipun sulit untuk mengubah kebiasaan masyarakat, langkah kecil dari edukasi ini diharapkan dapat menjadi awal dari perubahan besar dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan dan kesehatan masyarakat.

Editor: Nur Ardi

Follow WhatsApp Channel www.jateng.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang
Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas
Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan
Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?
CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati
SDN Gedanganak 02 Catat Prestasi! Aji Darma Juara 1 Olimpiade Teknologi Tingkat Kabupaten
Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia
Analisis Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Industri Properti di PT. Musawa Jaya Perkasa
Berita ini 57 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:21 WIB

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:54 WIB

Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:39 WIB

Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?

Senin, 1 Desember 2025 - 14:43 WIB

CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati

Berita Terbaru