JATENG.NET, PEMALANG – Desa Pulosari, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang menjadi tuan rumah penerjunan mahasiswa/i Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Tim 132 Universitas Diponegoro (Undip), Semarang. Sebanyak 47 mahasiswa/i Undip resmi diterjunkan sebagai tim Kuliah Kerja Nyata Tematik 132 (KKN-T 132) 2025 di Desa Pulosari. Penerjunan ini menandai dimulainya kegiatan pengabdian masyarakat sebagai bagian dari program KKN-T tim 132 yang akan dilakukan sekitar 40 hari kedepan.
Acara penerimaan berlangsung di rumah Kepala Desa Pulosari dan dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Pulosari, Bapak H. Sutarno.A.Md. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan antusiasme atas kehadiran mahasiswa dan memberikan sedikit pengenalan dan arahan mengenai Desa Pulosari. Bapak Sutarno juga berharap dalam kelompok KKN-T tim 132 ini, mahasiswa dapat mengimplementasikan disiplin ilmunya masing-masing untuk masyarakat sekitar.
Ketua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) tim KKN-T 132 Undip yaitu, Ibu drh. Siti Susanti, Ph.D. juga turut memberikan arahan kepada mahasiswa. Beliau turut memberikan arahan kepada para mahasiswa dengan menekankan penguatan empati, kepekaan sosial, dan kolaborasi dalam setiap aktivitas pengabdian selama KKN-T yang berlangsung.
Mengusung tema “Pengembangan UKM Kopi di Desa Pulosari Melalui Penerapan Teknologi Tepat Guna (TTG) dalam Upaya Meningkatkan Kualitas Unggulan Daerah Kabupaten Pemalang”, program ini menitikberatkan pada pengembangan potensi perkebunan kopi daerah Pulosari.
Kondisi dan keadaan alam Desa Pulosari mendukung budaya pertanian yang kuat sehingga menjadikan desa ini, sebagai salah satu penghasil kopi lokal yang menjanjikan. Program KKN-T ini hadir untuk memberikan inovasi dengan pendekatan multidisiplin kepada mitra KKN-T yang bersangkutan.

Secara khusus, Tim KKN-T 132 akan menjalin kerja sama dengan tiga mitra utama, yaitu Kopi Gusel milik Pak Rojik, Kopi P4S Bheger milik Pak Heri, dan Kopi Cap Tugu Juang milik Pak Hasan. Tim KKN-T 132 berharap ketiga mitra utama tersebut mendapatkan wawasan baru mengenai pengolahan kopi yang menerapkan teknologi tepat guna.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membawa peningkatan kesejahteraan para mitra dari aspek ekonomi, pengetahuan, hingga keberlanjutan usaha mereka dan sekaligus mengangkat kualitas hidup para petani dan pelaku UMKM kopi lainnya di Desa Pulosari.











