JATENG.NET, Kedawung — Desa Kedawung memiliki potensi wisata lokal berupa kolam renang desa yang dapat dikembangkan sebagai sarana rekreasi masyarakat. Melihat peluang tersebut, lima mahasiswa Universitas Diponegoro dari berbagai disiplin ilmu berkolaborasi dalam menyusun perencanaan pembangunan wisata desa yang terintegrasi melalui program kerja multidisiplin “Optimalisasi Pengelolaan Kolam Wisata sebagai Upaya Peningkatan Daya Tarik dan Ekonomi Desa Kedawung” , mencakup aspek teknis, estetika, hingga strategi pemasaran, dengan tujuan meningkatkan daya tarik wisata serta memastikan keberlanjutan ekonomi Desa Kedawung.
Rangkaian kegiatan meliputi survei lokasi, pengukuran area kolam, serta perencanaan tata letak fasilitas. Langkah penataan kawasan dimulai dari perancangan siteplan dan jalur pedestrian ramah difabel oleh Leonard Jalaluddin (Teknik Infrastruktur dan Perancangan Arsitektur), yang diperkuat dengan visualisasi desain 3D karya Angelia Elisabeth (Arsitektur) guna memberikan gambaran nyata tata ruang bangunan. Agar rencana tersebut dapat diimplementasikan, Regina Jocelyn (Teknik Sipil) melengkapinya dengan dokumen Rancangan Anggaran Biaya (RAB) yang akurat berdasarkan standar AHSP Kabupaten Sragen 2024.
Aspek teknis penunjang turut diperhatikan melalui desain instalasi listrik kawasan oleh Priyanka Arutami Nugraha (Teknik Elektro) demi menjamin keamanan fasilitas publik. Sementara itu, dari sisi manajerial, Naili Jarita (Manajemen dan Administrasi Logistik) menyiapkan buku panduan strategi pemasaran sebagai pedoman bagi BUMDes dalam mempromosikan destinasi wisata tersebut secara efektif sejak tahap awal.
Seluruh dokumen perencanaan mulai dari desain teknis, RAB, hingga strategi pemasaran telah diserahkan secara resmi kepada Kepala Desa Kedawung. Dokumen ini kini menjadi aset desa yang berfungsi sebagai pedoman utama atau masterplan dalam melanjutkan pembangunan fisik kawasan wisata secara bertahap.
