Setetes Darah, Sejuta Harapan: Keterlibatan Mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam Kegiatan Donor Darah di Masjid Nurul Huda

JATENG.NET, Salatiga – Ambarawa – Setetes darah yang diberikan dengan sukarela dapat menjadi harapan hidup bagi seseorang yang membutuhkan. Semangat kemanusiaan inilah yang tercermin dalam kegiatan donor darah di Masjid Nurul Huda, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, pada Sabtu (31/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan oleh Takmir Masjid Nurul Huda bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Salatiga ini turut mendapat perhatian dan keterlibatan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler 87 UIN Walisongo Semarang Posko 6 yang sedang melaksanakan pengabdian di Kelurahan Panjang. Kegiatan donor darah ini menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial masyarakat dalam membantu memenuhi kebutuhan stok darah bagi pasien yang membutuhkan. Sekitar 30 orang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menariknya, antusiasme peserta tidak hanya datang dari warga sekitar Kelurahan Panjang, tetapi juga masyarakat dari luar wilayah. Bahkan, kegiatan ini turut diikuti oleh warga nonmuslim. Hal tersebut menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas agama maupun latar belakang.

Salah satu warga yang turut berpartisipasi adalah Pak Bisri Musthofa. Baginya, donor darah bukanlah pengalaman baru. Ia mengungkapkan bahwa pengalaman pertama mendonorkan darah ternyata tidak semenakutkan seperti yang sebelumnya dibayangkan. Selain sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan, ia memandang donor darah sebagai tindakan sederhana yang memiliki manfaat besar bagi orang lain.“Ini penting untuk kemanusiaan. Ketika ada orang yang membutuhkan darah, setidaknya kita bisa membantu mereka. Kalau dulu orang yang membutuhkan darah terkadang kesulitan mendapatkan darah, sekarang harapannya stok darah bisa tercukupi,” ungkap Pak Bisri.

Menurutnya, donor darah juga merupakan bentuk sedekah yang tidak membutuhkan biaya. Seseorang dapat berbagi dan memberikan manfaat bagi orang lain melalui sesuatu yang dimilikinya, yaitu darah. Ia berharap semakin banyak masyarakat yang memiliki kesadaran untuk menjadi pendonor secara rutin. Pak Bisri mengapresiasi peran Takmir Masjid Nurul Huda yang terus menghadirkan berbagai program positif bagi masyarakat. Ia menyebutkan bahwa kepengurusan takmir yang dipimpin oleh Budi Harianto telah menghadirkan sejumlah kegiatan yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar. Baginya, masjid tidak hanya menjadi tempat untuk beribadah, tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Petugas PMI Kota Salatiga yang bertugas dalam kegiatan tersebut salah satunya Ibu Malikah, menjelaskan bahwa kegiatan merupakan salah satu upaya PMI untuk menjangkau masyarakat secara langsung. Darah yang terkumpul nantinya menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan darah di Kota Salatiga. Ia menyampaikan bahwa kebutuhan darah di Kota Salatiga mencapai sekitar 1.200 kantong setiap bulan.

Oleh karena itu, partisipasi masyarakat melalui kegiatan donor darah sangat membantu dalam menjaga ketersediaan stok darah. Malikah juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Takmir Masjid Nurul Huda, masyarakat Kelurahan Panjang, serta seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan tersebut. Selain membantu orang lain, donor darah juga memberikan kesempatan bagi pendonor untuk mengetahui kondisi kesehatannya melalui pemeriksaan awal sebelum proses donor.

Namun, setiap calon pendonor tetap harus memenuhi persyaratan kesehatan yang telah ditetapkan oleh petugas PMI agar proses donor berlangsung aman.

Bagi mahasiswa KKN Reguler 87 UIN Walisongo Posko 6, kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan program kerja, tetapi juga tentang membangun kepedulian dan memahami nilai-nilai sosial yang tumbuh di tengah masyarakat. Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk belajar secara langsung mengenai semangat gotong royong dan solidaritas antarsesama. Kegiatan donor darah di Masjid Nurul Huda menjadi pengingat bahwa kebaikan dapat dilakukan melalui berbagai cara, bahkan dari hal sederhana yang sering kali tidak disadari nilainya.

Setetes darah mungkin terlihat kecil bagi pendonornya, tetapi dapat menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka yang sedang berjuang untuk sembuh. Dari Kelurahan Panjang, semangat berbagi itu diharapkan terus tumbuh, menggerakkan lebih banyak orang untuk peduli, dan menjadikan kemanusiaan sebagai alasan untuk saling membantu.

Opini/tulisan ini tidak mencerminkan pendapat redaksi. Seluruh isi menjadi tanggung jawab penulis.

Butuh bantuan? Chat kami!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *