Trompo, Kendal — Dalam upaya mendukung terciptanya generasi sehat dan berkualitas, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas PGRI Semarang (UPGRIS) Kelompok 39 menggelar kegiatan sosialisasi pencegahan stunting di Kelurahan Trompo, Kabupaten Kendal. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa terhadap permasalahan kesehatan yang masih menjadi isu nasional, khususnya di tingkat kelurahan.
Sosialisasi yang diikuti oleh ibu-ibu kader PKK, kader posyandu, serta para orang tua balita ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang sejak masa kehamilan hingga usia balita. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa KKN menyampaikan materi mengenai pengertian stunting, penyebab, dampak jangka panjang, serta langkah-langkah pencegahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua KKN Kelompok 39, Silvya Dewi Agustin, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu program kerja unggulan di bidang kesehatan masyarakat. “Melalui sosialisasi ini, kami berharap para orang tua semakin sadar akan pentingnya asupan gizi, pola asuh yang tepat, serta rutin memeriksakan tumbuh kembang anak di posyandu agar risiko stunting dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi tanya jawab interaktif yang disambut antusias oleh para peserta. Banyak warga yang mengajukan pertanyaan terkait menu makanan bergizi dengan bahan sederhana dan terjangkau. Mahasiswa pun memberikan contoh menu sehat serta tips pengolahan makanan yang tetap mempertahankan nilai gizinya, sehingga dapat diterapkan langsung di rumah.
Pihak kelurahan menyambut baik kegiatan ini dan mengapresiasi kontribusi mahasiswa KKN dalam membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan stunting. Diharapkan, melalui edukasi yang berkelanjutan, angka risiko stunting di Kelurahan Trompo dapat ditekan sehingga tercipta generasi yang lebih sehat, cerdas, dan produktif di masa mendatang.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 39 membuktikan bahwa peran mahasiswa tidak hanya sebatas di bangku perkuliahan, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan solusi nyata terhadap permasalahan yang ada.
