JATENG.NET, SEMARANG – Di balik padatnya aktivitas perkotaan, semangat melestarikan budaya tradisional Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi tetap hidup dan membara di Kampung Jurang Blimbing, Tembalang. Kelompok seni yang menjadi salah satu ikon di Kampung Tematik Seni dan Budaya ini tidak hanya sekedar menampilkan pertunjukan, melainkan juga menjadi cerminan perjuangan komunitas dalam menjaga warisan leluhur agar tak lekang oleh waktu.
Kesenian Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi ini dibawa dari Demak oleh seorang tokoh bernama Mbah Sargi pada tahun 1970-an, mengisahkan pertarungan heroik Prabu Kelono Suwodhono melawan raksasa Buto Ijo.
Meskipun sempat mengalami tantangan berat, terutama setelah relokasi yang membuat para senimannya berpencar, semangat untuk menghidupkan kembali kesenian ini tidak pernah padam.
Kini, paguyuban Turonggo Tunggak Semi aktif meregenerasi anggotanya dengan melibatkan anak-anak dan pemuda setempat, memastikan bahwa tradisi ini akan terus berlanjut. Latihan rutin di balai RW menjadi jantung kegiatan mereka, berfungsi sebagai wadah untuk mengasah kemampuan sekaligus mempererat tali persaudaraan antaranggota.
Untuk menjaga kelestarian warisan budaya ini, kesenian Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi sering dipertunjukkan secara rutin setiap tahun dalam acara “Merti Desa” yang diselenggarakan pada bulan Agustus. Selain itu, kelompok ini juga sering ditanggap atau disewa untuk mengisi acara-acara di masyarakat setempat.
Dalam setiap pementasan, kesenian ini berkolaborasi dengan kesenian lain yang juga berasal dari Jurang Belimbing, seperti Karawitan Budi Laras dan Kethoprak Sri Mulyo. Kesenian ini juga dinilai memiliki adaptasi yang tinggi karena selalu menyesuaikan tema acara, sehingga mampu menjaga eksistensinya hingga masa sekarang.
Upaya pelestarian ini semakin kokoh berkat dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi dengan akademisi dari Universitas Diponegoro (Undip) berperan penting dalam pendokumentasian dan promosi kesenian ini. Dengan berbagai langkah tersebut, Kuda Lumping Turonggo Tunggak Semi tidak hanya menjadi pertunjukan, tetapi juga identitas yang dibanggakan oleh masyarakat.

Sebagai puncak dari upaya pelestarian ini, masyarakat luas diundang untuk menyaksikan langsung pertunjukan mereka. KKN IDBU 22 UNDIP akan menggelar pementasan spesial dalam rangka perayaan kemerdekaan pada Minggu, 17 Agustus 2025, mulai pukul 13.00 WIB di Kampung Seni dan Budaya Jurang Blimbing. Acara ini diharapkan dapat menjadi ajang untuk menikmati keunikan seni Kuda Lumping, sekaligus menjadi momentum untuk bersama-sama mendukung pelestarian budaya lokal.











