JATENG.NET, SEMARANG — Seorang mahasiswa jurusan Peternakan menggelar kegiatan sosialisasi dan demonstrasi inovatif tentang pembuatan aquaponik dengan metode budidaya ikan lele menggunakan galon bekas yang diintegrasikan dengan tanaman sawi.
Kegiatan ini berlangsung di Balai RW 6, Kelurahan Pedurungan Kidul, Kota Semarang dan dihadiri antusias oleh ibu-ibu perwakilan RT di RW 6.
Kegiatan ini merupakan salah satu program kerja Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) yang bertujuan untuk memperkenalkan metode budidaya mandiri berbasis pemanfaatan limbah dan ramah lingkungan kepada masyarakat.
Dalam acara ini, mahasiswa secara langsung mempraktikkan teknik sederhana dan ekonomis untuk mengoptimalkan pemanfaatan limbah galon bekas sebagai wadah budidaya ikan lele sekaligus media tanam tanaman sawi.
Sistem aquaponik yang diperagakan menggunakan galon bekas air mineral ini memungkinkan sirkulasi air dari budidaya ikan yang kaya nutrisi untuk menyuburkan tanaman sawi di bagian atas galon, menciptakan ekosistem mini yang ramah lingkungan dan hemat ruang serta biaya.

Ibu-ibu peserta terlihat sangat antusias mengikuti langkah-langkah pembuatan dan perawatan aquaponik ini, yang dinilai sangat cocok untuk diaplikasikan di lingkungan rumah tangga maupun komunitas kecil seperti RW dan RT.
Kegiatan ini juga menjadi sarana edukatif yang membuka wawasan masyarakat tentang solusi budidaya mandiri serta ketahanan pangan berbasis pemanfaatan limbah plastik yang selama ini kurang dimanfaatkan secara optimal.
Metode budidaya lele dalam galon bekas ini bukan hanya sangat efisien dari segi ruang dan modal, tetapi juga minim risiko kematian ikan serta perawatan yang mudah, membuatnya ideal untuk pelaku budidaya pemula.
Integrasi dengan tanaman sawi sebagai sayuran yang mudah tumbuh memberikan nilai tambah gizi sekaligus mempercantik lingkungan setempat.
Acara ditutup dengan penyerahan unit aquaponik yang telah dibuat secara langsung kepada perwakilan ibu RW 6 sebagai simbol komitmen bersama untuk mengembangkan budidaya mandiri secara berkelanjutan di lingkungan RW 6.
Kegiatan yang dilakukan tanggal 23 Juli 2025 ini diharapkan dapat terus berlanjut dan menjadi inspirasi bagi warga setempat untuk mengembangkan budidaya peternakan lele dan pertanian secara terpadu dengan cara sederhana dan inovatif, menunjang kesejahteraan dan kemandirian pangan.
Berita ini menjadi bukti nyata bahwa kreativitas dan ilmu pengetahuan dari kalangan mahasiswa dapat membawa manfaat langsung bagi masyarakat serta mendorong gerakan ramah lingkungan dan berkelanjutan di perkotaan.
Penulis: Muhammad Mumtazul Atqiya’











