Mahasiswa Undip Ciptakan Keju Rumahan Ekonomis untuk Tingkatkan UMKM Stik Keju di Pemalang

Mahasiswa Undip Ciptakan Keju Rumahan Ekonomis untuk Tingkatkan UMKM Stik Keju di Pemalang

Ukuran Teks:

Pemalang – Dalam rangkaian kegiatan “Pengembangan Produksi Stik Keju pada UMKM Desa Kebondalem Guna Meningkatkan Kualitas sebagai Produk Unggulan Kabupaten Pemalang”, Muhammad Ibnu Mufid, mahasiswa Jurusan Peternakan Universitas Diponegoro, menghadirkan inovasi pembuatan keju rumahan yang ekonomis namun tetap berkualitas tinggi. Program ini berlangsung pada 10 Juli–18 Agustus 2025 di bawah bimbingan Sri Risdhiyanti Nuswantari, S.Tr.T., M.T.

 

Gagasan ini berangkat dari hasil observasi awal yang menemukan dua permasalahan utama yaitu potensi susu sapi segar dari peternak lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal, serta harga keju komersial yang relatif mahal bagi pelaku UMKM. Akibatnya, produsen stik keju di Desa Kebondalem cenderung bergantung pada keju pabrikan, sehingga biaya produksi tinggi dan margin keuntungan terbatas.

 

Melihat peluang tersebut, Muhammad Ibnu Mufid mengembangkan proses pembuatan keju segar dari susu lokal dengan teknik pengolahan sederhana, higienis, dan efisien. Keju yang dihasilkan memiliki tekstur lembut, cita rasa kaya, dan kandungan gizi yang tetap terjaga. Biaya produksinya lebih rendah dibandingkan keju pabrikan, sehingga dapat membantu UMKM menekan harga pokok produksi.

 

Keunggulan keju rumahan buatan Muhammad Ibnu Mufid terletak pada pemanfaatan hasil peternakan lokal, yakni susu sapi segar dari peternak sekitar, yang tidak hanya meningkatkan nilai tambah tetapi juga membantu mengurangi risiko susu terbuang. Dari sisi ekonomi, keju ini menjadi alternatif terjangkau bagi UMKM dengan kualitas setara produk komersial. Selain itu, proses pembuatannya dilakukan secara higienis dan terstandar, memastikan kualitas rasa, tekstur, dan keamanan pangan tetap terjaga.

 

Keju hasil olahan Muhammad Ibnu Mufid dimanfaatkan sebagai bahan utama pembuatan berbagai varian stik keju yang dikembangkan selama program KKN. Inovasi ini diharapkan mampu meningkatkan mutu dan daya saing produk UMKM Desa Kebondalem, sekaligus mengoptimalkan potensi peternakan susu di Kabupaten Pemalang sebagai salah satu penggerak ekonomi lokal.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan