Mahasiswa KKN UNDIP dan UNISVET Gelar Sosialisasi Pemberdayaan Pengolahan Cocopeat Dari Limbah Kelapa Muda di Desa Punjulharjo, Rembang
JATENG.NET, REMBANG — Penelitian ini dilaksanakan di Desa Punjulharjo, Kecamatan Rembang, pada bulan Juli hingga Agustus 2025 sebagai bagian dari pelaksanaan program kerja individu Kuliah Kerja Nyata (KKN). Kegiatan pengabdian ini diawali dengan dua tahapan utama, yakni observasi lapangan dan studi pustaka. Observasi lapangan dilakukan untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi masyarakat Desa Punjulharjo terkait permasalahan penumpukan limbah kelapa muda.
Fokus utama observasi meliputi tiga aspek, yaitu ketersediaan kelapa muda sebagai bahan baku, pemanfaatan alat pencacah limbah kelapa muda, serta proses pengolahan limbah tersebut menjadi cocopeat. Sementara itu, studi pustaka dilakukan untuk memperkuat landasan konseptual penelitian dengan menggunakan referensi berupa buku, jurnal ilmiah, laporan penelitian terdahulu, dan dokumen relevan yang membahas pengelolaan limbah kelapa muda, penggunaan alat pencacah, serta prosedur pembuatan cocopeat yang tepat.
Tahap selanjutnya adalah menyiapkan materi dalam bentuk media presentasi PowerPoint dan leaflet yang dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat. Materi tersebut berisi dua komponen utama.
Pertama, penjelasan mengenai latar belakang terjadinya penumpukan limbah kelapa muda di lingkungan masyarakat, termasuk dampak negatif yang ditimbulkan apabila limbah tersebut tidak dikelola dengan baik.
Kedua, uraian mengenai tahapan serta struktur proses pengolahan limbah kelapa muda menjadi cocopeat, mulai dari penggunaan alat pencacah hingga hasil akhir berupa media tanam yang bernilai guna. Dengan adanya penyusunan materi ini, diharapkan masyarakat dapat memperoleh pemahaman yang lebih jelas dan praktis mengenai pentingnya pengelolaan limbah secara tepat.
Usai tahap penyusunan materi, kegiatan berikutnya adalah pelaksanaan sosialisasi yang ditujukan kepada Pemerintah Desa Punjulharjo, pengelola Pantai Karangjahe, paguyuban kuliner, serta Karang Taruna. Sosialisasi ini dilaksanakan melalui dua bentuk kegiatan utama, yaitu pemaparan materi dan praktik langsung penggunaan alat pencacah limbah kelapa muda sekaligus proses pembuatan cocopeat.
Seluruh kegiatan dipandu oleh mahasiswa KKN (peneliti) yang bertindak sebagai fasilitator. Pada bagian pemaparan, peneliti memberikan penjelasan mengenai latar belakang munculnya permasalahan limbah kelapa muda di Desa Punjulharjo serta manfaat pengolahan limbah tersebut.
Setelah itu, peserta sosialisasi, yang dihadiri dari perangkat desa, pengelola pantai, kelompok kuliner, dan Karang Taruna, diberi kesempatan untuk mencoba mengoperasikan alat pencacah secara langsung.
Selama praktik, peneliti mendampingi dan memberikan arahan teknis sehingga peserta dapat memahami tahapan produksi cocopeat secara lebih aplikatif. Dengan metode ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga dapat diterapkan dalam praktik sehari-hari.






