Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Plamongansari Olah Limbah Jadi Pakan

Avatar photo

- Editorial Team

Sabtu, 26 Juli 2025 - 14:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pemanfaatan maggot (larva Black Soldier Fly/BSF) sebagai pakan ternak bernilai gizi tinggi dan solusi pengelolaan limbah organik.

Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pemanfaatan maggot (larva Black Soldier Fly/BSF) sebagai pakan ternak bernilai gizi tinggi dan solusi pengelolaan limbah organik.

JATENG.NET, SEMARANG – Di bawah bimbingan Fajrul Falah, S.Hum dan Riris Tiani, S.S., M.Hum, Iqlima Zata Amani, Mahasiswa Jurusan Peternakan Universitas Diponegoro, melaksanakan program sosialisasi bertajuk “Budidaya Maggot sebagai Pakan Alternatif dan Sumber Cuan” di Balai RW 05 Plamongansari Indah, Semarang. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pemanfaatan maggot (larva Black Soldier Fly/BSF) sebagai pakan ternak bernilai gizi tinggi dan solusi pengelolaan limbah organik.

Dalam pemaparannya, Iqlima menjelaskan bahwa maggot kaya protein dan dapat diberikan kepada unggas serta ikan dalam berbagai bentuk, seperti segar, kering, maupun tepung. “Namun maggot tidak dianjurkan untuk ruminansia seperti sapi atau kambing, karena dapat mengganggu pencernaan mereka,” jelasnya. Kegiatan ini juga memberikan edukasi praktis, mulai dari cara budidaya maggot dengan limbah dapur, pengelolaan media, hingga teknik panen yang sederhana dan mudah diterapkan di rumah. Peserta diajak melihat contoh rak budidaya maggot yang dapat dibuat dengan biaya terjangkau.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Tematik UPGRIS Kelompok 32 Desa Randugunting Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring Ramah Lingkungan 

“Memang kita harus lebih memperhatikan lingkungan, jangan buang sampah sembarangan kalau bisa malah jadi manfaat,” ujar salah satu warga RW 05 Plamongansari yang hadir.

Acara yang digelar pada Minggu, 20 Juli 2025 ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka merasa pengetahuan ini membuka peluang baru untuk memanfaatkan limbah organik sekaligus menghemat biaya pakan ternak. Melalui sosialisasi ini, Iqlima berharap warga Plamongansari Indah dapat melihat bahwa limbah dapur yang sering terbuang justru memiliki potensi besar jika diolah dengan benar, baik untuk mendukung ketahanan pangan maupun untuk usaha tambahan.

Follow WhatsApp Channel www.jateng.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang
CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati
SDN Gedanganak 02 Catat Prestasi! Aji Darma Juara 1 Olimpiade Teknologi Tingkat Kabupaten
Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia
Bekal Dunia Kerja, Mahasiswa Manajemen UPGRI Semarang Ikuti Magang di PT Pegadaian Kanwil XI Semarang
Mahasiswa ICS 2025 Lestarikan Budaya dan Lingkungan Lewat Batik & Wayang Kulit di Yogyakarta
Kolaborasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Desa Campurejo, Sukseskan Program Bank Sampah
Cara Kirim Artikel ke Media Biar Cepat Tayang
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:21 WIB

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang

Senin, 1 Desember 2025 - 14:43 WIB

CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati

Sabtu, 15 November 2025 - 14:06 WIB

Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia

Rabu, 5 November 2025 - 17:15 WIB

Bekal Dunia Kerja, Mahasiswa Manajemen UPGRI Semarang Ikuti Magang di PT Pegadaian Kanwil XI Semarang

Selasa, 4 November 2025 - 13:36 WIB

Mahasiswa ICS 2025 Lestarikan Budaya dan Lingkungan Lewat Batik & Wayang Kulit di Yogyakarta

Berita Terbaru