JATENG.NET, SEMARANG – Di bawah bimbingan Fajrul Falah, S.Hum dan Riris Tiani, S.S., M.Hum, Iqlima Zata Amani, Mahasiswa Jurusan Peternakan Universitas Diponegoro, melaksanakan program sosialisasi bertajuk “Budidaya Maggot sebagai Pakan Alternatif dan Sumber Cuan” di Balai RW 05 Plamongansari Indah, Semarang. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi tentang pemanfaatan maggot (larva Black Soldier Fly/BSF) sebagai pakan ternak bernilai gizi tinggi dan solusi pengelolaan limbah organik.

Dalam pemaparannya, Iqlima menjelaskan bahwa maggot kaya protein dan dapat diberikan kepada unggas serta ikan dalam berbagai bentuk, seperti segar, kering, maupun tepung. “Namun maggot tidak dianjurkan untuk ruminansia seperti sapi atau kambing, karena dapat mengganggu pencernaan mereka,” jelasnya. Kegiatan ini juga memberikan edukasi praktis, mulai dari cara budidaya maggot dengan limbah dapur, pengelolaan media, hingga teknik panen yang sederhana dan mudah diterapkan di rumah. Peserta diajak melihat contoh rak budidaya maggot yang dapat dibuat dengan biaya terjangkau.
“Memang kita harus lebih memperhatikan lingkungan, jangan buang sampah sembarangan kalau bisa malah jadi manfaat,” ujar salah satu warga RW 05 Plamongansari yang hadir.
Acara yang digelar pada Minggu, 20 Juli 2025 ini mendapat sambutan positif dari warga. Mereka merasa pengetahuan ini membuka peluang baru untuk memanfaatkan limbah organik sekaligus menghemat biaya pakan ternak. Melalui sosialisasi ini, Iqlima berharap warga Plamongansari Indah dapat melihat bahwa limbah dapur yang sering terbuang justru memiliki potensi besar jika diolah dengan benar, baik untuk mendukung ketahanan pangan maupun untuk usaha tambahan.











