Mahasiswa KKN Tematik Tim 58 UNDIP Hadirkan Inovasi Sosial-Ekonomi di Desa Wisata Lerep

Mahasiswa KKN-T IDBU Tim 58 Kelompok 2 Universitas Diponegoro melaksanakan berbagai kegiatan Sosial Kemasyarakatan di Dusun Lerep, Kabupaten Semarang. Pada Senin (11/08/2025).

JATENG.NET, KAB. SEMARANG – Desa Wisata Lerep di Kecamatan Ungaran Barat kembali menjadi pusat perhatian berkat kehadiran mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tim 58 Universitas Diponegoro (UNDIP). Dengan mengusung semangat kolaborasi dan pemberdayaan, para mahasiswa menghadirkan beragam program yang tidak hanya bermanfaat secara langsung, tetapi juga berpotensi memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat desa.

Program KKN ini dirancang untuk menjawab kebutuhan nyata warga Lerep, mulai dari penguatan UMKM, peningkatan kesehatan masyarakat, edukasi lingkungan, hingga pelestarian budaya lokal. Keberagaman tema program menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya hadir untuk belajar, tetapi juga berbagi ilmu, mendukung kemandirian, serta memperkuat identitas Desa Wisata Lerep sebagai desa yang kreatif, sehat, dan berdaya saing global.

Inovasi Produk Lokal: Dari Susu Sapi hingga Kerajinan Resin

Salah satu program yang menarik perhatian adalah pelatihan pembuatan sabun cair berbahan dasar susu sapi yang menyasar Kelompok Wanita Tani (KWT) Sumber Hasil. Mahasiswa UNDIP mengajarkan formulasi, proses produksi, hingga teknik pengemasan sabun yang higienis dan bernilai jual. Produk ini diharapkan tidak hanya menambah keterampilan ibu-ibu KWT, tetapi juga membuka peluang usaha baru sebagai oleh-oleh khas Desa Wisata Lerep.

Selain itu, mahasiswa juga mengajak masyarakat untuk berkreasi dengan kerajinan gantungan kunci berbahan resin. Tanaman-tanaman lokal dipilih sebagai isian resin, sehingga menghasilkan souvenir unik bernilai estetis tinggi. Pelatihan ini tidak hanya menambah kreativitas warga, tetapi juga memperkuat daya tarik wisata berbasis ekonomi kreatif yang bisa menjadi ciri khas Lerep.

Gerakan Sehat untuk Warga Desa

Kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian serius mahasiswa KKN Tim 58 UNDIP. Melalui program “GERCEP SEHAT” (Gerakan Cek Kesehatan dan Edukasi Terpadu), mahasiswa dari fakultas kedokteran, keperawatan, dan teknologi pangan mengadakan pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengukuran tekanan darah, cek gula darah, hingga observasi kesehatan lainnya.

Tak hanya pemeriksaan, warga juga mendapat edukasi pentingnya menjaga pola hidup sehat serta penjelasan langsung mengenai hasil pemeriksaan yang mereka terima. Untuk menambah kesadaran, mahasiswa mengenalkan puding sehat berbahan bunga telang dan buah naga sebagai alternatif pangan rendah gula yang bermanfaat bagi penderita hipertensi maupun diabetes.

Edukasi Anak dan Petani: Dari Komik Energi hingga Booklet Hama Tanaman

Di bidang edukasi, mahasiswa menghadirkan pendekatan kreatif melalui komik edukasi energi terbarukan yang diperuntukkan bagi anak-anak. Komik ini dirancang agar pesan tentang pentingnya energi ramah lingkungan tersampaikan dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Sementara itu, kelompok lain fokus membantu petani melalui penyusunan booklet tentang penanganan hama dan penyakit tanaman. Buku panduan ini disusun berdasarkan prinsip Pengendalian Hama Terpadu (PHT), sehingga para petani bisa lebih siap menghadapi permasalahan di lahan pertanian mereka dengan cara yang tepat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Digitalisasi & Legalitas UMKM

Tak kalah penting, mahasiswa UNDIP juga berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui sosialisasi dan pendampingan pendaftaran NIB, PIRT, serta sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Dengan adanya legalitas ini, produk-produk lokal Desa Lerep akan memiliki kredibilitas yang lebih tinggi dan mudah menembus pasar yang lebih luas.

Selain itu, mahasiswa memperkenalkan sistem pembayaran digital QRIS kepada pelaku UMKM. Melalui pendampingan langsung, pelaku usaha belajar cara mengimplementasikan transaksi digital, mencatat keuangan secara lebih rapi, hingga menyusun laporan sederhana. QRIS dinilai mampu memudahkan transaksi harian sekaligus membuka peluang peningkatan omzet, khususnya dari konsumen generasi muda yang terbiasa menggunakan pembayaran non-tunai.

Pelestarian Budaya dan Promosi Wisata

Upaya menjaga identitas budaya juga menjadi bagian dari program. Mahasiswa melakukan riset sejarah dan menulis artikel mengenai tradisi Iriban, sebuah kearifan lokal Desa Lerep, agar lebih dikenal luas melalui publikasi media online.

Untuk mendukung promosi wisata, mahasiswa juga membuat leaflet panduan wisata dalam tiga bahasa: Indonesia, Inggris, dan Jepang. Leaflet ini memuat informasi destinasi menarik, aktivitas wisata, hingga potensi kuliner, sehingga memudahkan wisatawan domestik maupun mancanegara untuk menjelajahi Desa Lerep.

Dampak dan Harapan

Berbagai Produk Luaran Program Sosial Kemasyarakatan dari Mahasiswa KKNT IDBU Tim 58 Kelompok 2 UNDIP. Pada Senin (11/08/2025)

Berbagai kegiatan yang dilaksanakan mahasiswa KKN Tematik Tim 58 UNDIP di Desa Wisata Lerep mendapat apresiasi dari warga maupun perangkat desa. Program yang dihadirkan bukan sekadar kegiatan sementara, tetapi ditujukan agar bisa dilanjutkan dan dikembangkan oleh masyarakat setempat.

Dengan keberhasilan ini, Desa Wisata Lerep semakin menegaskan diri sebagai desa wisata berbasis edukasi, kesehatan, dan ekonomi kreatif. Kehadiran mahasiswa KKN UNDIP bukan hanya membawa ilmu pengetahuan, tetapi juga semangat kolaborasi yang menguatkan masyarakat dalam menghadapi tantangan zaman.