Kenalkan Logistik Kemanusiaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa SDN 1 Mutihan Siapkan Ta...

Kenalkan Logistik Kemanusiaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa SDN 1 Mutihan Siapkan Tas Siaga Bencana

Ukuran Teks:

KLATENMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap mitigasi bencana. Kali ini, Dhewa Kusuma Radian, mahasiswa jurusan Manajemen dan Administrasi Logistik Sekolah Vokasi Undip, memberikan edukasi mengenai pentingnya “Tas Siaga Bencana” kepada siswa-siswi SDN 1 Mutihan, Desa Mutihan, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten, pada Jumat (30/1/2026).

Program ini bertujuan untuk menanamkan pemahaman mengenai Logistik Kemanusiaan (Humanitarian Logistics) sejak usia dini. Mengingat wilayah Indonesia yang rawan bencana, pemahaman tentang persiapan logistik darurat menjadi kemampuan vital yang perlu dimiliki oleh setiap individu, termasuk anak-anak.

Dalam kegiatan yang berlangsung singkat namun padat selama 15 menit tersebut, Dhewa mengemas materi yang teknis menjadi ringan dan mudah dipahami oleh para siswa sekolah dasar.

Kenalkan Logistik Kemanusiaan Sejak Dini, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa SDN 1 Mutihan Siapkan Tas Siaga Bencana

“Edukasi ini merupakan bentuk penerapan ilmu manajemen logistik dalam konteks kemanusiaan. Adik-adik di SDN 1 Mutihan diajarkan untuk mengenali barang-barang krusial apa saja yang wajib masuk ke dalam Tas Siaga Bencana, sehingga jika terjadi kondisi darurat, mereka sudah memiliki bekal persiapan mandiri,” ujar Dhewa.

Sesi edukasi tidak hanya berisi pemaparan materi satu arah. Untuk meningkatkan antusiasme dan daya ingat siswa, kegiatan diselingi dengan sesi kuis interaktif. Para siswa tampak antusias menjawab pertanyaan seputar barang-barang kebutuhan dasar saat bencana, seperti obat-obatan, dokumen penting, hingga makanan darurat.

Pihak sekolah menyambut baik inisiatif ini karena dinilai sangat relevan dengan kondisi geografis setempat. Diharapkan melalui edukasi singkat ini, siswa SDN 1 Mutihan dapat menjadi agen kesiapsiagaan bencana di lingkungan keluarganya masing-masing.

Bagaimana perasaanmu membaca artikel ini?

Bagikan:
Artikel berhasil disimpan