Penaburan 7.000 Benih Ikan Nilem dan Tawes di Waduk Diponegoro, Dorong Kelestarian dan Kesejahteraan Warga

Mahasiswa KKN-T RABUK Undip berfoto bersama akademisi, BBWS, komunitas lingkungan, serta warga setelah menabur 7.000 benih ikan di Waduk Pendidikan Diponegoro, Semarang. Kegiatan ini bertujuan menjaga kelestarian ekosistem dan meningkatkan potensi ekonomi masyarakat sekitar waduk.

JATENG.NET, SEMARANG — Dalam rangka menjaga kelestarian ekosistem perairan dan meningkatkan populasi ikan, dilaksanakan kegiatan Penaburan Benih Ikan di Waduk Pendidikan Diponegoro, Semarang. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN-T RABUK Undip, BBWS, pengelola Waduk Diponegoro, komunitas lingkungan, serta warga sekitar melaksanakan penaburan 7.000 ekor benih ikan air tawar di Waduk Pendidikan Diponegoro, Kampus UNDIP Tembalang.

Penaburan bibit ikan tidak hanya bertujuan untuk menjaga kelestarian ekosistem perairan, tetapi juga meningkatkan potensi ekonomi masyarakat sekitar waduk melalui perikanan tangkap yang berkelanjutan, ratusan hingga ribuan benih ikan air tawar ditebar langsung ke perairan waduk.

Kegiatan berlangsung selama dua hari, 9 dan 10 Agustus 2025. Pada hari pertama, penaburan dilakukan oleh tim KKN-T RABUK 154. Sementara pada hari kedua, kegiatan dihadiri oleh Rektor UNDIP, Prof. Sriyana selaku Dosen Pembimbing Lapangan, perwakilan BBWS, Kementerian terkait, dosen-dosen UNDIP, serta komunitas dan masyarakat setempat.

Benih yang ditebar terdiri dari ikan nilem dan tawes, dua spesies air tawar yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan memperkaya keanekaragaman hayati. Penaburan ini tidak hanya dimaksudkan untuk memperbaiki kualitas ekosistem perairan, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan potensi ekonomi warga melalui perikanan tangkap berkelanjutan.

Warga setempat menyambut baik kegiatan ini. Selain menjadi bagian dari upaya pelestarian lingkungan, penaburan benih ikan diharapkan dapat menjadi sumber pangan, mendukung kegiatan perikanan lokal, serta menambah daya tarik wisata edukasi di kawasan waduk.

Acara diakhiri dengan sesi gotong royong membersihkan area sekitar waduk untuk memastikan lingkungan tetap terjaga. Dengan adanya program ini, Waduk Diponegoro diharapkan tidak hanya menjadi sumber air dan sarana pendidikan, tetapi juga habitat ikan yang sehat dan produktif.