JATENG.NET, BATANG – Upaya mendukung perkembangan digital yang berfokus pada pemasaran melalui platform E-Commerce dilakukan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT – IDBU) UNDIP dari Tim 50 Kelompok 4. Program ini menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Sibelis, Desa Tumbrep, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, dengan memberikan pelatihan “Panduan Pembuatan Akun E-Commerce untuk Pengembangan UMKM di Bidang Marketing”.
Program ini digagas oleh Firdausy Salsabila, mahasiswa jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Diponegoro. Firdausy menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai bentuk respon terhadap rendahnya literasi digital masyarakat desa, khususnya dalam memanfaatkan platform e-commerce untuk memperluas pasar.

“Saya melihat masih banyak warga desa yang belum mengerti bagaimana memanfaatkan perkembangan zaman. Padahal, di era serba digital ini, penting bagi UMKM untuk bisa menjangkau pasar yang lebih luas melalui platform online,” jelas Firdausy saat sesi pelatihan, Minggu (13/7).
Panduan pembuatan akun E-Commerce dilakukan secara langsung dengan metode door-to-door, mendatangi rumah-rumah pelaku UMKM untuk memberikan bimbingan praktis. Dusun Sibelis sendiri memiliki banyak pelaku UMKM, seperti produsen gula aren, emping melinjo, lilin, dan tahu. Berdasarkan survei awal, mayoritas pelaku UMKM masih menggunakan cara tradisional dalam memasarkan produknya, yaitu dengan menjual ke warga sekitar tanpa memanfaatkan pasar digital.
“Pelatihan ini menjadi solusi yang tepat karena dilakukan secara personal dan praktis. Saya memilih platform Shopee sebagai media pelatihan karena tampilannya user-friendly, proses pendaftaran yang cepat, serta jangkauan pasarnya yang luas. Dengan Shopee sebagai contoh, para pelaku UMKM bisa langsung merasakan bagaimana memasarkan produk mereka ke seluruh Indonesia tanpa harus memiliki toko fisik,” tambah Firdausy.
Antusiasme warga terlihat dalam proses pelatihan. Salah satu pelaku UMKM gula aren, Ibu Nur Hayat (33), mengungkapkan bahwa selama ini ia hanya menjual produknya di lingkungan sekitar. “Di sini memang masih tradisional cara menjualnya. Belum ada yang bisa atau paham bagaimana menggunakan aplikasi seperti Shopee untuk berjualan. Saya jadi semangat mencoba setelah diajari,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Mahasiswa UNDIP yang mengusung pelatihan digital untuk pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal. Harapannya, panduan pembuatan akun E-Commerce ini dapat menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam pengembangan UMKM Dusun Sibelis agar lebih berdaya saing di era digital.











