Aksi Mahasiswa Undip di Desa Berjo, Penyuluhan hingga Ajak Warga Olah Limbah yang Tak Terpakai jadi Barang yang Bernilai!

Avatar photo

- Editorial Team

Kamis, 24 Juli 2025 - 18:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Tim 147 Kelompok 2 berfoto bersama dengan ibu-ibu PKK Dusun Gandu, Desa Berjo, Karanganyar, usai penyuluhan dan praktik pemanfaatan limbah bunga menjadi lilin aromaterapi dan ecoprint, Jumat (11/7/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberi keterampilan berbasis ekonomi kreatif kepada warga.

Bisa disesuaikan lagi jika kamu ingin tambahkan nama narasumber, lokasi detail, atau kesan peserta.

Mahasiswa KKN-T Universitas Diponegoro Tim 147 Kelompok 2 berfoto bersama dengan ibu-ibu PKK Dusun Gandu, Desa Berjo, Karanganyar, usai penyuluhan dan praktik pemanfaatan limbah bunga menjadi lilin aromaterapi dan ecoprint, Jumat (11/7/2025). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran lingkungan sekaligus memberi keterampilan berbasis ekonomi kreatif kepada warga. Bisa disesuaikan lagi jika kamu ingin tambahkan nama narasumber, lokasi detail, atau kesan peserta.

JATENG.NET, KARANGANYAR — Pada hari Jumat (11/7/2025), Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN – T) Tim 147 Kelompok 2 Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang yang tengah melaksanakan program pengabdian masyarakat di Desa Berjo, Karanganyar, mengadakan penyuluhan bertema pengenalan serta pemanfaatan limbah B3 dan limbah rumah tangga dengan menggandeng ibu-ibu PKK Dusun Gandu sebagai mitra dan peserta utama dengan jumlah audiens mencapai 105 orang.

Penyuluhan ini dilatarbelakangi oleh masih banyaknya limbah bunga yang dihasilkan dan dibuang begitu saja tanpa melihat potensi yang ada. Limbah bunga yang dikelola dengan tepat memiliki manfaat ekonomi tersembunyi dan hasil produk kreatif yang bernilai tinggi. Penyuluhan mengusung tema “SEHATI” atau “Sehatkan Harapan Dengan Aromaterapi dan Ecoprinting” yang dipaparkan melalui media powerpoint, leaflet, dan poster.

Kegiatan dimulai bersamaan dengan agenda rutin pertemuan PKK, yang kemudian dilanjutkan dengan sesi penyuluhan oleh para mahasiswa. Sesi pertama, 3 Mahasiswa fakultas Hukum (Zahra, Gilang, Yumna) Universitas Diponegoro memberikan penyuluhan terkait pengenalan limbah B3 dan limbah rumah tangga. Setelahnya, disambung kembali dengan penjelasan dari 2 mahasiswa prodi Fisika (Saniya dan Isna) mengenai pemanfaatan limbah menjadi lilin aromaterapi dan ecoprint, dan ditutup dengan penjelasan dari mahasiswa prodi keperawatan (Dea) mengenai manfaat lilin aromaterapi sebagai agen reduksi stres dan relaksasi kesehatan.

Ibu-ibu terlihat menyimak dengan antusias terkait penjelasan yang diberikan. Antusias semakin bertambah ketika sesi praktik pembuatan lilin aromaterapi dan ecoprinting dimulai. Walaupun bahan yang disiapkan tidak sesuai dengan jumlah audiens yang datang karena adanya pembludakan peserta yang datang secara tiba-tiba, tetapi hal tersebut tidak memadamkan api semangat ibu-ibu untuk menyimak penjelasan terkait praktik pembuatan lilin aromaterapi dan ecoprinting.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UNDIP Jaring Aspirasi Warga Desa Purworejo, Soroti Jalan Rusak hingga Ketimpangan Bantuan Sosial

Antusiasme ibu-ibu semakin bertambah ketika mengetahui bahwa hasil praktik yang sudah mereka buat, boleh dibawa pulang ke rumah masing-masing. “Saya senang mengikuti acara ini karena memberikan hal baru yang belum pernah saya temui sebelumnya” ujar bu Novita selaku ibu Kepala Dusun Gandu. Setelah sesi pemaparan dan praktik selesai, acara pada hari itu ditutup dengan sesi foto bersama.

Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari warga, terutama ibu-ibu PKK yang antusias mengikuti praktik langsung. Selain menambah keterampilan, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi awal dari lahirnya usaha mikro berbasis lingkungan di desa tersebut. Ibu-ibu PKK Dusun Gandu merasa senang dengan kegiatan yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN-T 147 kelompok 2 karena tidak pernah terpikirkan oleh mereka bahwa limbah yang selama ini mereka lihat sebagai sampah atau benda yang tidak terpakai, ternyata jika diolah dengan inovasi yang ada, dapat menghasilkan sebuah barang bermanfaat, bahkan bernilai ekonomis yang tinggi.

Penulis:
– Olivia Izaura, Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Diponegoro
– Dea Marsha Aurelia, Program Studi Keperawatan  Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Follow WhatsApp Channel www.jateng.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang
CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati
SDN Gedanganak 02 Catat Prestasi! Aji Darma Juara 1 Olimpiade Teknologi Tingkat Kabupaten
Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia
Bekal Dunia Kerja, Mahasiswa Manajemen UPGRI Semarang Ikuti Magang di PT Pegadaian Kanwil XI Semarang
Mahasiswa ICS 2025 Lestarikan Budaya dan Lingkungan Lewat Batik & Wayang Kulit di Yogyakarta
Kolaborasi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Desa Campurejo, Sukseskan Program Bank Sampah
Cara Kirim Artikel ke Media Biar Cepat Tayang
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:21 WIB

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang

Senin, 1 Desember 2025 - 14:43 WIB

CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati

Sabtu, 15 November 2025 - 14:06 WIB

Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia

Rabu, 5 November 2025 - 17:15 WIB

Bekal Dunia Kerja, Mahasiswa Manajemen UPGRI Semarang Ikuti Magang di PT Pegadaian Kanwil XI Semarang

Selasa, 4 November 2025 - 13:36 WIB

Mahasiswa ICS 2025 Lestarikan Budaya dan Lingkungan Lewat Batik & Wayang Kulit di Yogyakarta

Berita Terbaru