Pelatihan Gending Lancaran Perkuat Literasi Karawitan Anak di Sanggar Kencana Jati

JATENG.NET, Wonogiri, 22 Juni 2026 – Grup Riset Inovasi Pendidikan Seni dan Karakter Budaya Pancasila Sekolah Dasar Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sebelas Maret (UNS) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui Pelatihan Ragam Gending Lancaran di Sanggar Seni Kencana Jati, Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen grup riset dalam memperkuat literasi karawitan anak sekaligus mendukung pelestarian seni budaya Jawa sejak usia dini. Melalui pelatihan ini, peserta dikenalkan pada ragam Gending Lancaran sebagai salah satu bentuk gending yang memiliki struktur sederhana sehingga sesuai digunakan sebagai materi pembelajaran karawitan bagi anak-anak. Selain meningkatkan keterampilan memainkan gamelan, kegiatan ini juga menanamkan nilai-nilai disiplin, kerja sama, tanggung jawab, dan apresiasi terhadap warisan budaya bangsa.

Dalam kegiatan tersebut, Suyatno, M.Pd., selaku Ketua Sanggar Seni Kencana Jati, memberikan sambutan sekaligus menyampaikan apresiasinya atas pelaksanaan program pengabdian. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai upaya memperkuat pembinaan generasi muda dalam bidang seni karawitan. “Pelatihan ini menjadi motivasi bagi anak-anak untuk semakin mencintai seni budaya Jawa sekaligus memperkuat keberlangsungan tradisi karawitan di Sanggar Kencana Jati,” ungkapnya.

Pelatihan menghadirkan Dr. Joko Daryanto, S.Sn., M.Sn. dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sebelas Maret sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan konsep dasar Gending Lancaran, struktur gending, fungsi setiap ricikan gamelan, pola tabuhan, serta teknik memainkan gending secara ansambel. Setelah penyampaian materi, peserta mengikuti sesi praktik memainkan beberapa ragam Gending Lancaran secara bertahap dengan bimbingan langsung dari narasumber sehingga memperoleh pengalaman belajar yang aplikatif dan menyenangkan.

IMG-20260729-WA0024.jpg

Peserta pelatihan tampak antusias mengikuti setiap sesi, mulai dari pengenalan struktur Gending Lancaran, demonstrasi teknik tabuhan, hingga praktik memainkan gending secara ansambel. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya meningkatkan keterampilan memainkan gamelan, tetapi juga memperoleh pemahaman mengenai nilai-nilai yang terkandung dalam seni karawitan, seperti disiplin, kerja sama, tanggung jawab, konsentrasi, dan saling menghargai antar pemain. Suasana pelatihan berlangsung interaktif karena peserta diberikan kesempatan untuk berdiskusi, mencoba berbagai pola tabuhan, serta memperoleh umpan balik secara langsung dari narasumber.

Ketua Sanggar Seni Kencana Jati, Suyatno, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pengabdian ini. Menurutnya, pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya nyata dalam memperkuat literasi karawitan anak sekaligus menjaga keberlangsungan seni tradisi di tengah perkembangan budaya modern. Ia berharap kerja sama antara Sanggar Seni Kencana Jati dan Program Studi PGSD Universitas Sebelas Maret dapat terus berlanjut melalui berbagai program pelatihan, pendampingan, maupun penelitian yang mendukung pelestarian budaya lokal.

Kaprodi PGSD UNS, Dr. Karsono, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan wujud komitmen perguruan tinggi dalam mentransformasikan ilmu pengetahuan kepada masyarakat. “Karawitan bukan sekadar keterampilan memainkan gamelan, tetapi juga sarana membangun karakter, melatih kerja sama, serta menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya bangsa. Melalui pelatihan ini, kami berharap anak-anak memiliki literasi karawitan yang semakin baik sehingga mampu menjadi generasi penerus yang menjaga dan mengembangkan warisan budaya Indonesia,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kolaborasi antara Universitas Sebelas Maret dan Sanggar Seni Kencana Jati dalam mengembangkan pendidikan seni berbasis budaya lokal, sekaligus mendukung upaya pelestarian karawitan Jawa melalui pembelajaran yang sistematis, inovatif, dan berkelanjutan.

Butuh bantuan? Chat kami!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *