Dari Literasi Pajak UMKM hingga Pengelolaan Uang Saku dan Gizi Anak, KKN-R Tim II Undip Perkuat Edukasi Masyarakat di Desa Kedungdowo

Mahasiswa KKN-R Tim II Universitas Diponegoro memberikan edukasi kewajiban perpajakan kepada pelaku UMKM serta edukasi pengelolaan uang saku dan pemilihan jajanan bergizi bagi siswa SD di Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali.

BOYOLALI — Mahasiswa KKN-R Tim II 2026 Universitas Diponegoro melaksanakan dua program edukasi di Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, yaitu edukasi kewajiban perpajakan dan pendampingan administrasi perpajakan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta edukasi pengelolaan uang saku dan pemilihan jajanan bergizi bagi siswa sekolah dasar. Kedua kegiatan tersebut menjadi upaya mahasiswa dalam meningkatkan kesadaran administrasi usaha sekaligus mendukung ketahanan pangan dan pencegahan stunting sejak dini.

Program edukasi perpajakan dilaksanakan pada Minggu (2/8/2026) di Balai Desa Kedungdowo dan diikuti sekitar 20 pelaku UMKM, yang mayoritas merupakan produsen tempe dan ceriping singkong. Kegiatan tersebut turut dihadiri kepala desa, sekretaris desa, kepala dukuh, serta perangkat desa lainnya. Syahganis Puan Nindifa Putri Wibowo, mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan, Sekolah Vokasi Undip sekaligus penggagas kedua program, menjelaskan bahwa masih terdapat pelaku UMKM di Desa Kedungdowo yang memiliki keterbatasan pemahaman mengenai kewajiban perpajakan. Menurutnya, pemahaman tersebut penting agar pelaku usaha dapat membangun administrasi perpajakan yang tertib sejak awal.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai pentingnya Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan administrasi perpajakan bagi pelaku usaha. Materi dilanjutkan dengan edukasi mengenai ketentuan Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2022 dan PP Nomor 20 Tahun 2026. Mahasiswa juga memberikan pendampingan langsung terkait pendaftaran NPWP melalui sistem Coretax milik Direktorat Jenderal Pajak (DJP), kemudian kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab dan konsultasi singkat. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam berdiskusi mengenai kewajiban perpajakan. Namun, hingga kegiatan berakhir belum ada peserta yang bersedia langsung melakukan pendaftaran NPWP. Sebagian pelaku UMKM mengaku belum merasa perlu memiliki NPWP karena omzet usaha masih relatif kecil dan terdapat kekhawatiran mengenai kewajiban pelaporan serta pembayaran pajak. Keterbatasan pemahaman terhadap sistem Coretax juga menjadi salah satu kendala.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa menyediakan pendampingan lanjutan secara personal maupun melalui grup WhatsApp konsultasi, serta memberikan modul panduan sederhana mengenai manfaat dan tata cara pendaftaran NPWP. Program edukasi kemudian ditutup dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta dan pihak yang telah mendukung kegiatan, dilanjutkan dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan penanda berakhirnya rangkaian kegiatan.

Sementara itu, edukasi pengelolaan uang saku dan pemilihan jajanan bergizi dilaksanakan pada Selasa (22/7/2026) di SDN 2 Kedungdowo. Kegiatan menyasar siswa kelas satu hingga kelas enam dengan materi mengenai cara mengatur uang saku, pentingnya menabung, serta ciri-ciri jajanan sehat dan kurang sehat. Materi juga dikaitkan dengan potensi pangan lokal Desa Kedungdowo sebagai alternatif jajanan bergizi.

Penyampaian dilakukan secara interaktif melalui permainan dan kuis memilih jajanan sehat. Para siswa tampak antusias dan mampu memahami pentingnya mengelola uang saku serta memilih makanan bergizi. Meski demikian, perbedaan tingkat pemahaman antarkelas menjadi tantangan sehingga materi disampaikan menggunakan bahasa sederhana dan permainan untuk menjaga fokus siswa. Sebagai keberlanjutan program, mahasiswa memasang poster edukasi bertajuk “Bijak Mengelola Uang Saku dan Memilih Jajanan Bergizi” di lingkungan sekolah serta menjalin kerja sama dengan guru agar pesan edukasi dapat terus diterapkan.

Melalui dua program tersebut, KKN-R Tim II Undip desa Kedungdowo berupaya menghadirkan edukasi yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, mulai dari membangun kesadaran administrasi dan kepatuhan perpajakan bagi pelaku UMKM hingga menanamkan kebiasaan finansial dan pola konsumsi sehat kepada anak-anak sejak dini. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan secara langsung, tetapi juga mendorong masyarakat untuk menerapkan informasi yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari. Dengan adanya pendampingan lanjutan bagi pelaku UMKM serta media edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan di lingkungan sekolah, mahasiswa berharap program yang telah dilaksanakan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi peningkatan kapasitas masyarakat, penguatan perekonomian lokal, serta terwujudnya generasi muda yang lebih sadar akan pentingnya mengelola keuangan dan memilih pangan yang sehat dan bergizi.

  • Syahganis Puan Nindifa Putri Wibowo
  • Mahasiswa Program Studi Akuntansi Perpajakan, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!