Hadirkan Pembelajaran Interaktif, Mahasiswa KKN Undip Ajak Siswa SDN 1 Karangdowo Eksplorasi Tumbuhan Melalui Herbarium
KENDAL — Suasana pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) siswa kelas V SD Negeri 1 Karangdowo, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal berlangsung dengan antusias dan interaktif melalui permainan dan praktik herbarium. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Tim II Universitas Diponegoro (Undip) mengajak 19 siswa untuk mengenal tumbuhan melalui pengamatan langsung terhadap objek tumbuhan pada 28 july 2026.
Herbarium menjadi fokus utama dalam kegiatan belajar tersebut. Siswa tidak sekadar mendengar penjelasan tentang tumbuhan, tetapi juga melihat spesimen yang telah disiapkan untuk mereka. Dari situ, mahasiswa KKN mengajak murid untuk memahami bentuk dan ciri-ciri tumbuhan melalui berbagai aktivitas sederhana yang dikombinasikan dengan permainan.
Ide awal untuk menggunakan herbarium sebagai metode pembelajaran muncul dari Neyla, seorang mahasiswa KKN Undip. Ia percaya bahwa pemahaman materi tentang tumbuhan akan lebih efektif jika siswa dapat melihat objeknya secara langsung. Tanaman yang biasanya hanya terlihat dalam gambar atau deskripsi di buku diperkenalkan sebagai objek pengamatan, sehingga siswa dapat mengaitkan materi IPAS dengan lingkungan yang mereka ketahui.
Kegiatan pembelajaran berikutnya disajikan dalam bentuk permainan. Siswa diberikan pertanyaan dan tantangan sederhana yang berkaitan dengan tumbuhan yang telah mereka amati. Pendekatan ini mendorong siswa untuk aktif terlibat dalam proses belajar, bukan hanya sekedar mendengarkan penjelasan dari awal sampai akhir.
Interaksi pun berlangsung dalam dua arah. Para siswa memiliki kebebasan untuk menjawab pertanyaan, berbagi hasil pengamatan, dan berdiskusi dengan teman-teman mereka. Atmosfer pembelajaran menjadi lebih hidup ketika siswa mulai berkompetisi untuk memberikan jawaban dan menunjukkan apa yang mereka temukan dari spesimen tanaman.
Bagi Neyla, menghadirkan benda nyata dalam proses pengajaran adalah metode sederhana yang membuat materi yang bersifat teori terasa lebih relevan bagi para siswa. Melalui aktivitas ini, siswa bisa mendapatkan pengalaman belajar yang menggabungkan teori, observasi, dan permainan dalam satu kegiatan.
Proses pembelajaran IPAS melalui herbarium menjadi salah satu inisiatif mahasiswa KKN Undip bersama siswa SD Negeri Karangdowo untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif dan kontekstual. Dengan menggunakan tanaman sebagai bahan pembelajaran, siswa diajak untuk menyadari bahwa materi yang mereka pelajari di kelas sebenarnya dapat ditemukan di sekeliling mereka.
- Mahasiswa KKN Tim II Desa Karangdowo
- Universitas Diponegoro
- Setuju






