Hadirkan Website Desa Perdana, Mahasiswa KKN Undip Dorong UMKM dan Potensi Pangan Kedungdowo Go Digital
BOYOLALI — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tim II Universitas Diponegoro (Undip) Desa Kedungdowo, Kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali, resmi meluncurkan website perdana desa dengan alamat desakedungdowo.com, Minggu (2/8/2026). Inisiatif pembuatan platform digital ini merupakan wujud pelaksanaan program kerja Sosial Masyarakat (Sosmas)yang dirancang oleh mahasiswa untuk menjawab ketiadaan sistem informasi publik terpusat di desa tersebut.
Menariknya, website yang dibangun dari nol tersebut tidak sekadar memuat profil desa. Mahasiswa secara khusus mengintegrasikannya dengan luaran dua program kerja multidisiplin sekaligus. Program pertama adalah “Optimalisasi Potensi Pasar Melalui Digitalisasi dan Promosi Berbasis Media Online sebagai Langkah Membangun Brand Reputation UMKM”, dan program kedua berfokus pada pemetaan serta katalogisasi potensi pertanian lokal guna mendukung terwujudnya ketahanan pangan desa.
Langkah komprehensif ini berawal dari temuan mahasiswa KKN bahwa Desa Kedungdowo memiliki potensi besar di sektor pertanian dan industri olahan pangan berskala rumah tangga. Namun, ketiadaan wadah digital resmi desa membuat produk unggulan warga seperti keripik singkong, tempe, hingga hasil panen pertanian memiliki keterbatasan dalam hal promosi dan jangkauan pasar.
Sebagai contoh penerapan, mahasiswa mempraktikkan langsung input data beberapa UMKM dan hasil pertanian lokal ke dalam sistem berbasis Content Management System (CMS). Halaman etalase digital yang kini dapat diakses oleh publik melalui tautan desakedungdowo.com/umkm tersebut menampilkan kelengkapan informasi seperti nama usaha, kategori, kisaran harga, deskripsi produk, hingga galeri foto yang representatif. Selain itu, sistem juga dilengkapi fitur tautan langsung (direct link) ke nomor WhatsApp penjual.
Kondisi pemasaran yang masih konvensional menjadi alasan utama pentingnya fitur etalase digital ini. “Selama ini pemasaran kami masih tradisional, hanya dititipkan di pasar atau warung-warung sekitar, belum tersentuh pemasaran digital sama sekali,” ungkap Bapak Hariyanto, salah satu pelaku UMKM ceriping singkong di Desa Kedungdowo, saat disurvei oleh mahasiswa.
Berangkat dari keterbatasan tersebut, kehadiran website desa dirancang untuk menjadi solusi. Melalui katalog online yang rapi, usaha UMKM dan potensi pangan desa diharapkan dapat terlihat lebih kredibel, sehingga mitra bisnis maupun pembeli dari luar desa tidak lagi kebingungan saat ingin mencari informasi atau menghubungi penjual.
Direktori UMKM dan katalog ketahanan pangan yang tertanam di website ini diproyeksikan sebagai aset digital jangka panjang yang menunjukkan ketangguhan ekosistem pangan dan kemandirian ekonomi Desa Kedungdowo.
Kegiatan ini secara langsung mendukung perwujudan Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui promosi ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan, SDG 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dengan mendorong pertumbuhan usaha mikro, serta SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat penyediaan infrastruktur digital publik untuk perekonomian warga.
Melalui peluncuran website perdana ini, mahasiswa KKN Tim II Undip berharap perangkat desa dan pelaku UMKM dapat terus mengelola fasilitas tersebut secara mandiri. Dengan portal informasi yang kini dapat diakses secara global, produk lokal Desa Kedungdowo diharapkan semakin dikenal luas dan berkontribusi nyata pada kesejahteraan warga.
- Duta Adi Pamungkas
- Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro
- Setuju








