Terang Tanpa PLN: Mahasiswa KKN-T 112 Undip Sulap Sinar Matahari Jadi Penerangan Jalan Otomatis di Gapura Dusun Kaliduren

Getasan, Kabupaten Semarang — Saat matahari terbenam, jalan masuk Dusun Kaliduren, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, sebelumnya menjadi salah satu titik yang minim penerangan. Gapura bertuliskan “Selamat Datang di Dusun Kaliduren” yang menjadi penanda masuk dusun pun berada dalam kondisi gelap pada malam hari.

Kondisi tersebut mulai berubah pada 20 Juli 2026. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 112 Universitas Diponegoro (Undip) memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) berbasis tenaga surya di sekitar gapura tersebut. Pemasangan ini merupakan bagian dari program kerja sosial masyarakat KKN-T 112 Undip untuk membantu memenuhi kebutuhan penerangan di salah satu akses masuk Dusun Kaliduren.

Program tersebut dilaksanakan setelah melalui proses perizinan dan adanya permintaan dari Kepala Dusun Kaliduren. Dalam proses pemasangannya, mahasiswa KKN-T juga melibatkan beberapa masyarakat sekitar. Kolaborasi tersebut membuat warga tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi turut terlibat dalam pelaksanaan program di lingkungan mereka sendiri.

PJU yang dipasang memanfaatkan panel surya sebagai sumber energi. Pada siang hari, panel surya menangkap cahaya matahari untuk menghasilkan energi listrik yang kemudian disimpan dalam baterai. Energi tersebut digunakan untuk menyalakan lampu ketika hari mulai gelap. Sistem PJU juga dilengkapi kontrol otomatis. Ketika panel surya tidak lagi menerima cahaya matahari secara optimal, sistem akan mendeteksi perubahan kondisi tersebut dan lampu akan menyala secara otomatis. Sebaliknya, ketika cahaya matahari kembali tersedia, sistem akan menyesuaikan pengoperasian lampu tanpa memerlukan pengoperasian manual setiap hari.

PJU yang dipasang memiliki daya 2.000 watt dengan kapasitas baterai 26.000 mAh. Lampu tersebut mampu mencakup area pencahayaan hingga sekitar 300m² dan memiliki tingkat perlindungan IP67 terhadap debu dan air. Dalam kondisi penggunaan yang sesuai, lampu dapat menyala selama sekitar 10 hingga 16 jam. Durasi tersebut bergantung pada ketersediaan energi yang tersimpan dalam baterai dan kondisi penerimaan cahaya matahari pada siang hari.

Pemasangan PJU tenaga surya ini berawal dari kondisi nyata yang ditemui di lingkungan Dusun Kaliduren. Tidak adanya penerangan yang memadai di sekitar jalan masuk gapura membuat kawasan tersebut gelap ketika malam tiba. Bagi warga yang keluar-masuk dusun maupun pengguna jalan yang melintas, keberadaan penerangan menjadi kebutuhan yang cukup penting. Karena itu, pemasangan PJU ditempatkan di sekitar gapura sebagai salah satu titik yang dapat memberikan penerangan bagi area jalan masuk dusun.

Pemanfaatan energi matahari dalam program ini juga membawa isu yang lebih luas, yaitu penggunaan energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaan panel surya sebagai sumber energi PJU menjadi salah satu bentuk pemanfaatan sumber energi yang tersedia secara alami untuk kebutuhan penerangan.

Program tersebut sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan, khususnya SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau. SDG 7 menekankan pentingnya akses terhadap energi yang terjangkau, andal, berkelanjutan, dan modern, termasuk peningkatan pemanfaatan energi terbarukan.

Dalam konteks Dusun Kaliduren, penerapan tersebut hadir dalam bentuk yang sederhana: memanfaatkan sinar matahari pada siang hari untuk menghadirkan cahaya pada malam hari. Pemasangan PJU tenaga surya di gapura Dusun Kaliduren menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN-T 112 Undip dalam menjawab kebutuhan yang ditemui langsung di masyarakat. Titik yang sebelumnya minim penerangan kini memiliki sumber cahaya yang bekerja secara otomatis dengan memanfaatkan energi matahari.

Pada akhirnya, perubahan di gapura Kaliduren mungkin hanya dimulai dari satu lampu. Namun, dari satu titik penerangan tersebut, muncul sebuah contoh bahwa pemanfaatan energi terbarukan dapat diterapkan dalam kebutuhan sehari-hari di tingkat masyarakat.

Dari sinar matahari yang terkumpul pada siang hari, sebuah jalan di Kaliduren kini mendapatkan cahaya ketika malam tiba.

  • Randa Halasan Situmorang
  • Mahasiswa Program Studi Teknik Elektro, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!