Mahasiswa KKN Tematik 101 UNDIP Melakukan Pembuatan Penyiraman Sederhana dengan Sprinkler dan Pembuatan Biopori di Lahan Multidisiplin Kampung Karanganyar Gunungpati Kota Semarang
Pemaparan program kerja pembuatan biopori dan penyiraman sederhana menggunakan sprinkler dilaksanakan pada hari Minggu 12 Juli 2026 bertempat di rumah Musholla RT 04 Kampung Karanganyar Kelurahan Gunungpati Kota Semarang yang diikuti oleh ibu-ibu PKK RT 04 warga Kampung Karanganyar, Kelurahan Gunungpati Kota Semarang, sebagai salah satu program kerja individu mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik 101 Universitas Diponegoro Tahun 2026. Kegiatan ini disampaikan oleh Muhammad Fauzi Al-Amin dan Muhammad Recky Pranjaya, mahasiswa KKN Tematik 101 UNDIP. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam meningkatkan produktivitas lahan sekaligus mendorong masyarakat untuk menerapkan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan penyampaian materi mengenai pentingnya penyediaan air yang merata bagi pertumbuhan tanaman serta pemanfaatan biopori sebagai media pengolahan sampah organik. Mahasiswa KKN kemudian menjelaskan alat dan bahan yang digunakan dalam pembuatan sprinkler sederhana, mulai dari pipa PVC, sambungan pipa, keran, hingga kepala sprinkler. Setelah proses perakitan selesai, dilakukan pemasangan instalasi pada lahan multidisiplin dan pengujian aliran air untuk memastikan sistem dapat bekerja dengan baik. Selanjutnya, dilakukan pembuatan biopori menggunakan bor biopori pada beberapa titik yang telah ditentukan. Lubang tersebut kemudian diisi dengan berbagai jenis sampah organik, seperti daun kering, rumput, sisa sayuran, dan limbah organik lainnya yang akan mengalami proses dekomposisi secara alami hingga menjadi kompos.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa KKN menjelaskan bahwa sistem penyiraman sprinkler merupakan teknologi sederhana yang mampu mendistribusikan air secara lebih merata dibandingkan penyiraman manual sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien dan kebutuhan tenaga kerja dapat dikurangi. Sementara itu, biopori dimanfaatkan sebagai tempat pengolahan sampah organik secara alami. Sampah yang dimasukkan ke dalam lubang biopori akan diuraikan oleh mikroorganisme dan organisme tanah sehingga menghasilkan kompos yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk mendukung pertumbuhan tanaman di lahan multidisiplin. Dengan demikian, limbah organik yang sebelumnya tidak dimanfaatkan dapat diolah menjadi produk yang bernilai guna bagi kegiatan budidaya.
Pada kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa sistem sprinkler memerlukan perawatan rutin, seperti membersihkan kepala sprinkler dan memeriksa saluran pipa agar distribusi air tetap optimal. Adapun biopori perlu diisi secara berkala dengan sampah organik baru setelah bahan sebelumnya mengalami proses penguraian. Kompos yang telah terbentuk dapat dipanen dan diaplikasikan pada tanaman sebagai sumber bahan organik yang mampu memperbaiki kesuburan tanah. Penerapan kedua teknologi sederhana ini diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan lahan yang efisien, ekonomis, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat RT 04 RW 05 Karanganyar dapat menerapkan sistem penyiraman sederhana menggunakan sprinkler serta memanfaatkan biopori sebagai tempat pengolahan sampah organik menjadi kompos secara mandiri. Selain mendukung produktivitas lahan multidisiplin, kegiatan ini juga diharapkan mampu meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap pengelolaan limbah organik dan pemanfaatannya sebagai pupuk alami yang ramah lingkungan. Program kerja yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN Tematik 101 Universitas Diponegoro ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat dalam mendukung terciptanya sistem pertanian yang produktif, berkelanjutan, dan berbasis pemanfaatan sumber daya lokal.
- Muhammad Fauzi Al-Amin dan Muhammad Recky Pranjaya
- Mahasiswa Fakultas Peternakan dan Pertanian
- Setuju





