Ciptakan Hunian Aman bagi Anak, Mahasiswa KKN UNDIP Lakukan Pendampingan dan Monitoring Penggunaan dan Penyimpanan Bahan Kimia Rumah Tangga di Desa Jimus

Kegiatan home visit pada 10 anak di Desa Jimus

Desa Jimus, Klaten – Sebagai upaya mendukung pemantauan tumbuh kembang anak di Desa Jimus, mahasiswa KKN Reguler Tim II Universitas Diponegoro melaksanakan program kerja yang diberi nama JIMUS SIGAP: Pendampingan Keluarga melalui Optimalisasi Pola Hidup dan Pola Makan Berbasis Home Visit. Salah satu komponen dalam home visit tersebut adalah meliputi hunian aman pada 10 anak atau balita yang perlu pendampingan khusus di Desa Jimus. Kegiatan ini merupakan bentuk kerja sama dengan Bidan Desa dan kader Posyandu. Kegiatan ini bertujuan untuk memantau kondisi anak atau balita, khususnya dalam aspek pola asuh, pemenuhan makanan, serta keamanan hunian yang menjadi lingkungan utama bagi tumbuh kembang anak.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan home visit dilakukan secara kolaboratif bersama mahasiswa dari Program Studi Kimia, Teknologi Pangan, Teknik Listrik Industri, dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Masing-masing mahasiswa turut berkontribusi sesuai bidang keilmuannya untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang dapat mendukung kesehatan, keselamatan, dan kenyamanan anak di lingkungan rumah. Home visit ini dilakukan kurang lebih selama 2 minggu. 

Pada aspek hunian aman, mahasiswa dari Program Studi Kimia, Nur Syamsiah Rahmawati melakukan pengamatan langsung terhadap kondisi rumah, khususnya area yang berpotensi menjadi tempat penyimpanan bahan kimia rumah tangga seperti dapur dan kamar mandi. Monitoring mencakup cara penyimpanan, penggunaan, serta potensi pencampuran bahan kimia seperti sabun, deterjen, dan produk pembersih lainnya. Selain itu, bagi orang tua yang bekerja sebagai petani, mahasiswa juga menanyakan bagaimana penyimpanan bahan kimia pertanian dilakukan untuk memastikan produk tersebut berada di tempat yang aman dan tidak mudah dijangkau oleh anak.

Selain melakukan pengamatan, mahasiswa juga berinteraksi serta berdiskusi dengan orang tua si anak untuk mengetahui kebiasaan dan kondisi anak di lingkungan rumah. Pada kesempatan tersebut, mahasiswa memberikan edukasi sederhana mengenai pentingnya menyimpan bahan kimia pada tempat yang aman, tertutup, memiliki label yang jelas, serta jauh dari jangkauan anak untuk meminimalkan risiko paparan maupun kecelakaan di rumah.

Hasil monitoring dari kegiatan home visit selanjutnya disampaikan kepada bidan desa dan kader Posyandu sebagai bahan pemantauan lanjutan. Dengan adanya kerja sama ini, perkembangan anak diharapkan dapat terus dipantau dan ditingkatkan secara berkelanjutan, baik dari aspek pola asuh, pemenuhan makanan, serta juga terciptanya lingkungan hunian yang lebih aman, nyaman, dan ramah bagi anak. 

Untuk media pendukung edukasi, mahasiswa juga menyusun e-booklet pendampingan penggunaan bahan kimia rumah tangga sebagai media edukasi. E-Booklet tersebut memuat informasi mengenai penggunaan bahan kimia rumah tangga secara bijak, cara penyimpanan yang aman, potensi bahaya pencampuran bahan kimia, serta pentingnya menempatkan bahan kimia jauh dari jangkauan anak. E-Booklet diharapkan dapat menjadi panduan sederhana yang dapat digunakan orang tua dalam menerapkan hunian yang lebih aman bagi anak. 

 

Penulis: Nur Syamsiah Rahmawati (Mahasiswa Prodi Kimia Universitas Diponegoro)

  • Nur Syamsiah Rahmawati
  • Mahasiswa Program Studi Kimia, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!