Tim 56 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (UNDIP) melaksanakan program soil bioengenering melalui penanaman bibit tanaman bamboo kuning (Bambusa vulgaris var. strata) di titik strategis tepi sungai, Desa Bojonglor, Kabupaten Pekalongan. Program ini merupakan langkah penaganan mitigasi bencana longsor sebagau upaya mempertahankan dan mengamankan kawasan pemukiman desa Bojonglor yang berada pada daerah sungai.
Kondisi geografis Desa Bojonglor yang berdampingan langsung dengan aliran sungai menjadi latar belakang utama program ini. Sejarah terjadinya tanah longsor dan vegetasi bambu tali yang ada sebelumnya mengalami kelebihan beban atau pelapukan hingga roboh ke arah sungai. Tanpa adanya sistem penguatan tanah yang memadai, stabilitas lahan pemukiman dikhawatirkan akan terus menurun, terutama saat memasuki musim penghujan dengan intensitas tinggi.
Pemilihan bambu kuning sebagai instrumen mitigasi bukan tanpa alasan ilmiah. bambu kuning memiliki sistem perakaran serabut yang sangat rapat dan luas, sehingga mampu mengikat agregat tanah secara efektif. Struktur rimpangnya efektif menangkap dan menyimpan cadangan air di dalam tanah selama musim kemarau, sehingga mencegah tanah menjadi terlalu kering dan berongga. Varietas ini dikenal sangat adaptif dan tangguh (resilient). Bambu kuning mampu bertahan hidup meski tergenang air maupun dalam kondisi kekeringan pada jangka waktu 3 bulan.
Dalam pelaksanaannya, tim KKN UNDIP tidak hanya melakukan penanaman, tetapi juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai Longsor. Dalam sosialisasi kepada warga, tim KKN menjelaskan bahwa siklus cuaca ekstrem menjadi pemicu utama ketidakstabilan tanah di wilayah tersebut. Penguapan tinggi saat musim kemarau menyebabkan tanah menjadi berpori dan berongga, sehingga ketika musim hujan tiba, air masuk secara mendadak dan memicu pergerakan tanah lateral yang berisiko longsor. bambu kuning diharapkan mampu memitigasi risiko tersebut melalui sistem akar sympodial dan klaster rimpang padat yang berfungsi merekatkan struktur tanah sekaligus menjaga retensi air saat musim kering.
Melalui kegiatan edukasi dan penanaman langsung ini, tim KKN UNDIP berharap masyarakat Desa Bojonglor mengerti dampak dari longsor dan peran tanaman dalam mitigasi terjadinya longsor. Respon positif dari warga menunjukkan peningkatan kesadaran pentingnya vegetasi yang tepat untuk mengatasi terjadinya longsor. Program ini diharapkan dapat meminimalisir ancaman longsor di masa depan sehingga menciptakan lingkungan desa yang lebih aman dan tangguh bencana.
