Wujudkan Sekolah Aman dan Nyaman, KKN 45 Blang Panyang Universitas Malikussaleh Gelar Sosialisasi “3 Dosa Besar Pendidikan” di SDN 6 Blang Panyang

Rangkaian aksi nyata mahasiswa KKN Kelompok 45 Universitas Malikussaleh (Unimal) dalam mensosialisasikan lingkungan sekolah yang aman di SDN 6 Blang Panyang, Lhokseumawe, Kamis (22/1/2026).

JATENG.NET, Lhokseumawe — Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) 45 Universitas Malikussaleh Desa Blang Panyang, Kecamatan Muara Satu, sukses melaksanakan aksi nyata dalam dunia pendidikan melalui kegiatan sosialisasi bertajuk “Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Berkarakter”. Kegiatan yang dilaksanakan pada Kamis, 22 Januari 2026, di SDN 6 Blang Panyang ini bertujuan untuk mengedukasi siswa mengenai bahaya dari “3 Dosa Besar Pendidikan”, yakni perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan narkoba.

Kegiatan ini dirancang sebagai wadah edukasi sekaligus ruang berbagi untuk membekali siswa sekolah dasar dengan pemahaman diri yang kuat. Kehadiran mahasiswa KKN 45 di sekolah tersebut bukan sekadar menjalankan program kerja, melainkan bentuk kepedulian tulus untuk membangun hubungan yang lebih manusiawi dan menjadi teman bagi anak-anak dalam memahami tantangan di lingkungan sekitar mereka.

Sesi edukasi dimulai dengan materi Anti-Bullying yang disampaikan secara komunikatif oleh Maidola Harmiati dan Novita Natalia Sitorus. Dalam pemaparannya, mereka menekankan pentingnya menumbuhkan rasa empati dan saling menghargai antarsesama siswa. Melalui pendekatan yang interaktif, siswa diajak untuk memahami bahwa perundungan, baik secara fisik maupun verbal, dapat merusak semangat belajar dan kesehatan mental rekan sejawat mereka.

Tim mahasiswa KKN 45 Universitas Malikussaleh berfoto bersama para siswa SDN 6 Blang Panyang usai pelaksanaan sosialisasi “Wujudkan Lingkungan Sekolah yang Aman dan Berkarakter”.

Memasuki sesi kedua, Muhammad Riko Kuswoyo dan Hawa Zahrani membawakan materi terkait Pencegahan Kekerasan Seksual dengan pendekatan yang sangat relevan bagi anak masa kini. Mereka memberikan edukasi mengenai waspada terhadap kejahatan di media sosial (cyber crime), seperti bahaya memotret orang lain secara diam-diam dan tindakan catcalling atau godaan verbal yang tidak pantas.

Untuk memudahkan pemahaman, keduanya menggunakan analogi “Lampu Merah” sebagai simbol batas kekerasan seksual tanda di mana siswa harus dengan tegas berkata “henti” dan merasa waspada terhadap tindakan yang melanggar kenyamanan pribadi mereka. Sesi ini diharapkan menjadi tameng agar siswa lebih berani bersuara jika menemui situasi yang mencurigakan.

Sebagai penutup, Rhesa Majdi dan Fraza Kesuma memberikan edukasi mengenai bahaya narkoba dengan fokus khusus pada fenomena penyalahgunaan hirup lem atau “ngelem”. Mereka menjelaskan bahwa tindakan ini bukan sekadar kenakalan biasa, melainkan ancaman serius yang dapat merusak fungsi otak dan kesehatan fisik secara permanen. Siswa diingatkan bahwa untuk mencapai mimpi besar, mereka harus memiliki ketegasan untuk menjauhi zat-zat berbahaya yang dapat menghambat perkembangan diri mereka.

Sepanjang kegiatan, antusiasme anak-anak SDN 6 Blang Panyang sangat luar biasa. Keterlibatan aktif siswa dalam sesi tanya jawab, permainan kelompok, hingga diskusi materi menjadi energi utama yang membuat suasana kelas menjadi sangat hidup dan inspiratif. Keberhasilan kegiatan ini tidak terlepas dari semangat kolaborasi antara mahasiswa KKN 45 dan pihak sekolah.

Harapannya, kegiatan ini bukan hanya sekadar agenda satu hari, melainkan awal dari hubungan yang terus terjalin untuk menciptakan perubahan yang lebih besar mendorong anak-anak untuk tetap bermimpi dan berani melangkah menuju masa depan yang lebih baik.