Tak Hanya Bekerja di Lapangan, Pekerjaan di Kantor Juga Dapat Mengancam Nyawa!

Avatar photo

- Editorial Team

Kamis, 8 Agustus 2024 - 03:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BATANG – Pada Selasa (23/07/2024), penyuluhan mengenai pentingnya memiliki postur tubuh yang baik dan benar meskipun hanya bekerja di kantor telah dilaksanakan di Balai Desa Amongrogo. Program ini diselenggarakan oleh Aditya Agung, mahasiswa Teknik Industri Universitas Diponegoro (Undip) yang sedang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desa tersebut. Penyuluhan ini bertujuan menumbuhkan kesadaran pada perangkat desa tentang pentingnya menjaga postur tubuh saat bekerja.

Aditya, yang akrab disapa Adit, melakukan observasi dan menemukan bahwa seluruh perangkat desa di Desa Amongrogo masih menggunakan posisi yang salah saat bekerja di kantor balai desa. “Banyak dari mereka yang bekerja sambil mengangkat kaki, duduk dengan posisi bungkuk karena melihat gawai, dan posisi-posisi lain yang dapat menimbulkan cedera berkepanjangan,” ujar Adit. Melihat kekhawatiran ini, Adit berinisiatif membuat penyuluhan untuk mengedukasi tentang pentingnya memahami postur tubuh yang baik dan benar saat bekerja.

Penyuluhan dimulai dengan Aditya membagikan leaflet berisi materi yang diringkas dan dikemas agar menarik dan mudah dipahami oleh perangkat desa. Selanjutnya, Aditya membangun pemahaman tentang pentingnya memiliki postur tubuh yang baik, walaupun pekerjaan di kantor sebagian besar hanya duduk di kursi. 

Baca Juga:  Mahasiswa KKN UPGRIS Kelompok 37 Aktif Dukung Kesehatan Warga Lewat Kegiatan Posyandu di Desa Tlogo
Praktik melakukan peregangan setelah bekerja Bersama dengan Perangkat Desa Amongrogo

Acara dilanjutkan dengan penjelasan mengenai posisi duduk yang benar, postur tubuh saat mengangkat barang, serta dampak dari postur tubuh yang salah dalam bekerja. Aditya menjelaskan bahwa penyakit yang timbul akibat postur tubuh yang salah disebut Musculoskeletal Disorders (MSDs). 

Acara diakhiri dengan praktik peregangan badan bersama yang dilakukan seluruh perangkat desa dengan panduan dari Aditya. Diharapkan peregangan ini dapat dilakukan setiap dua jam sekali saat bekerja di kantor. “Saya semangat saat melakukan peregangan, karena badan saya menjadi ringan dan rileks setelah melakukan peregangan tersebut,” ujar Bu Ruslina, Kepala Dusun Maliyan. 

Harapannya, dengan adanya penyuluhan ini, para perangkat desa dapat selalu menjaga kesehatan dalam hidup mereka.

Penulis: Aditya Agung – Teknik Industri – 21070121120027

Editor: Nur Ardi

Follow WhatsApp Channel www.jateng.net untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang
Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas
Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan
Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?
CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati
SDN Gedanganak 02 Catat Prestasi! Aji Darma Juara 1 Olimpiade Teknologi Tingkat Kabupaten
Sinergi Mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang dan Warga Krajan Tingkatkan Kesehatan Balita hingga Lansia
Analisis Pengelolaan Sumber Daya Manusia dalam Industri Properti di PT. Musawa Jaya Perkasa
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 14:21 WIB

FT UNDIP Lewat Rewearth 2025 Salurkan Ribuan Pakaian ke Komunitas Sosial di Semarang

Kamis, 4 Desember 2025 - 13:54 WIB

Dosen yang Menyalakan Logika: Ketika Filsafat Jadi Gaya Hidup di Kelas

Selasa, 2 Desember 2025 - 13:35 WIB

Kanker Payudara: Mengintip ‘Sel Nakal’ dari Dekat! Rahasia di Balik Biomedis Tumor dan Harapan Pengobatan Masa Depan

Selasa, 2 Desember 2025 - 12:39 WIB

Olahraga untuk Investasi Tulang Masa Depan: Apakah Semua Olahraga Bikin Tinggi?

Senin, 1 Desember 2025 - 14:43 WIB

CFD Perdana Comal, Saat Warga Akhirnya Menikmati Jalanan yang Biasanya Hanya Dilewati

Berita Terbaru