“Meskipun di sini rutin melakukan posyandu balita, namun kami masih sulit untuk memantau kesehatan balita secara aktual,” tutur seorang Bidan Posyandu Kenanga 4.
Untuk menjawab tantangan ini, dibutuhkan sebuah sistem yang mampu mengumpulkan dan menganalisis data kesehatan balita secara terintegrasi.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas monitoring kesehatan balita dan mendukung penentuan program kesehatan yang lebih tepat sasaran.
Program kerja dilakukan di hari Selasa, 13 Agustus 2024 bertempatan di Dukuh Kemetiran, Desa Nganti saat pelaksanaan Posyandu ILP (Integrasi Layanan Primer) Kenanga 4 melalui pengelolaan data pemeriksaan gizi pada balita dari bulan Januari hingga Juli 2024.
Data yang dikumpulkan mencakup berbagai aspek penting, termasuk data dari posyandu (Kenanga 1-5), jenis kelamin, umur balita, dan status gizi yang terbagi dalam beberapa kategori: gizi kurang, normal, risiko gizi lebih, gizi lebih, dan obesitas. Semua data ini kemudian dikolektifkan menjadi sebuah
database di Microsoft Excel, yang menjadi dasar pengembangan sistem pemantauan kesehatan yang lebih terstruktur.
Untuk memudahkan analisis dan visualisasi data, mahasiswa KKN membuat dashboard interaktif menggunakan pivot table yang tersedia di Microsoft Excel. Dashboard ini dirancang agar mudah digunakan oleh tenaga kesehatan setempat, sehingga mempermudah pemantauan kesehatan balita secara aktual.
Visualisasi data ini memungkinkan pemangku kepentingan untuk dengan cepat memahami kondisi kesehatan balita di setiap posyandu dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan. “Desa Nganti merasa sangat terbantu, terutama berkat adanya
dashboard ini kami memiliki rekaman kesehatan balita yang lebih terstruktur sehingga memudahkan untuk pemantauan,” ujar Kepala Desa Nganti.

Selain itu, sebagai bagian dari upaya keberlanjutan, mahasiswa KKN juga melakukan pelatihan kepada bidan desa dan kader posyandu di Desa Nganti. Pelatihan ini dilakukan secara terstruktur, dengan fokus pada pembuatan dan penggunaan dashboard.
Mahasiswa memastikan bahwa peserta pelatihan tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan secara langsung. Sebagai penerapan, pelatihan ini diikuti dengan praktik bersama dalam melakukan
update data pemeriksaan gizi balita pada bulan Agustus.
Dengan adanya peran dari mahasiswa KKN Undip, diharapkan sistem pemantauan kesehatan balita di Desa Nganti dapat berjalan lebih baik dan berkelanjutan, mendukung upaya peningkatan kesehatan anak-anak di wilayah tersebut.
Kehadiran dashboard interaktif dan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan lokal menjadi langkah penting menuju pemantauan kesehatan balita yang lebih efisien dan akurat.
Demikian informasi mengenai KKN Tim II Universitas Diponegoro oleh Mudita Nigayanti dari Program Studi Statistika Fakultas Sains dan Matematika dengan Program Kerja Monodisiplin tentang Pengelolaan Data Status Gizi Balita melalui Pengembangan Database dan Dashboard Interaktif, serta Pelatihan untuk Bidan Desa dan Kader Posyandu di Desa Nganti yang didampingi oleh Dosen Pembimbing Lapangan Bapak Bagus Arya Saputra, S. Si., M. Si..
Editor: Anggi Putri