Mahasiswi KKN UNDIP Dokumentasikan Sejarah dan Makna Tari Andrawina Punjulharjo dalam Sebuah Buku

Dokumentasi Hasil Jadi Buku.

JATENG.NET, REMBANG — Mahasiswi Kuliah Kerja Nyata (KKN) Undip x Unisvet kembali menghadirkan kontribusi nyata bagi pelestarian budaya Desa Punjulharjo. Salah satu program kerja yang dijalankan adalah pembuatan buku berjudul “Cerita di Balik Gerak: Eksplorasi Sejarah dan Makna Tari Andrawina sebagai Warisan Budaya Punjulharjo”.

Tari Andrawina merupakan sebuah karya seni tari kreasi baru yang lahir dari inspirasi budaya dan kehidupan masyarakat Desa Punjulharjo. Tarian ini diciptakan pada program KKN tahun 2024, namun hingga kini informasi mengenai latar belakang sejarah, filosofi gerakan, dan makna simboliknya belum terdokumentasi secara menyeluruh. Padahal, pemahaman tentang sejarah dan makna sebuah tarian sangat penting untuk menjaga keberlanjutan serta nilai edukatif dari kesenian tersebut. Menyadari hal ini, program kerja KKN tahun ini berfokus pada penyusunan buku berjudul “Cerita di Balik Gerak: Eksplorasi Sejarah dan Makna Tari Andrawina sebagai Warisan Budaya Punjulharjo.”

Buku ini hadir sebagai upaya mendokumentasikan perjalanan Tari Andrawina, mulai dari proses penciptaan hingga makna yang terkandung di dalamnya. Salah satu langkah penting dalam penulisan adalah menggali informasi langsung dari Anastasya Putri Aurely, pencipta Tari Andrawina, sehingga setiap detail kisah yang dituliskan memiliki nilai autentik.

Proses penyusunan buku dilakukan secara bertahap, meliputi:

  1. Pengumpulan data dari narasumber utama maupun pihak terkait.
  2. Perancangan cover buku yang merepresentasikan keindahan dan filosofi Tari Andrawina.
  3. Penulisan isi buku dengan gaya bahasa yang edukatif sekaligus mudah dipahami.
  4. Revisi dan penyempurnaan, agar hasil akhir benar-benar layak dibaca dan dipelajari.

Melalui program ini, diharapkan Tari Andrawina tidak hanya dikenal sebagai sebuah pertunjukan seni, tetapi juga menjadi dokumen budaya yang hidup, sebuah warisan pengetahuan, identitas, dan kebanggaan masyarakat Punjulharjo. Buku ini nantinya dapat menjadi bahan bacaan edukatif bagi sekolah, komunitas seni, maupun masyarakat umum yang ingin mengenal lebih dalam tentang seni tari daerah.

Lebih dari sekadar buku, karya ini adalah wujud nyata bahwa seni budaya lokal dapat terus lestari apabila didokumentasikan, dipelajari, dan diwariskan. Cerita di balik gerak Tari Andrawina kini akan hidup tidak hanya di panggung, tetapi juga di lembaran sejarah tertulis.