Mahasiswa UNS Hadirkan Inovasi Pembelajaran Adaptif di SMK Negeri 3 Sukoharjo

Dokumentasi Grand Closing

Penulis: Tim Hibah Pembelajaran Berdampak Asistensi Mengajar ID 1823

JATENG.NET, Sukoharjo – Delapan mahasiswa Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sebelas Maret (UNS) berhasil melaksanakan Program Hibah Pembelajaran Berdampak melalui Asistensi Mengajar ID 1823 di SMK Negeri 3 Sukoharjo. Mengusung tema “Optimalisasi Pendekatan Deep Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila melalui Model Pembelajaran Adaptif”, program ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam menghadirkan pembelajaran yang inovatif, adaptif, dan berdampak bagi murid maupun guru.

Selama kurang lebih empat bulan pelaksanaan program, mahasiswa dalam proses pembelajaran mengembangkan berbagai inovasi yang dirancang untuk menjawab kebutuhan pembelajaran di era digital. Berlandaskan pendekatan deep learning, seluruh program kerja yang dikembangkan berfokus pada penguatan kualitas pembelajaran, pemanfaatan teknologi digital, pengembangan kreativitas murid, peningkatan kepedulian terhadap lingkungan, serta penguatan kesiapan karier bagi generasi muda.

IMG-20260304-WA0027.jpg
Simbolis Penyerahan Mahasiswa Kepada Pihak Sekolah

Rangkaian kegiatan diawali dengan Grand Opening yang menandai dimulainya Program Asistensi Mengajar ID 1823 di SMK Negeri 3 Sukoharjo. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala SMK Negeri 3 Sukoharjo, Hartono, S.Pd., M.Si., Ketua Program Studi PPKn FKIP UNS, Triana Rejekiningsih, S.H., M.Pd., serta Dosen Pembimbing Lapangan, Muhammad Muslim Hidayatulloh, M.Pd. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menjadi simbol komitmen bersama dalam membangun kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah untuk menghadirkan inovasi pembelajaran yang berkelanjutan.

Inovasi yang dikembangkan diantaranya adalah MoDeep (Modul Deep Learning). Modul ini dirancang sebagai perangkat pembelajaran untuk menunjang pelaksanaan Asistensi Mengajar melalui penerapan pendekatan deep learning dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila. MoDeep mengintegrasikan aktivitas reflektif, pembelajaran berbasis masalah, diskusi kolaboratif, serta pemanfaatan teknologi digital sehingga pembelajaran menjadi lebih aktif, bermakna, dan berpusat pada murid.

Tim mahasiswa juga mengembangkan Aplikasi Adhisatya Education, sebuah aplikasi pembelajaran interaktif berbasis Articulate Storyline yang terintegrasi di dalam modul pembelajaran. Aplikasi ini menghadirkan video pembelajaran, materi interaktif, kuis, permainan edukatif, latihan soal, evaluasi, hingga refleksi pembelajaran dalam satu platform yang mudah diakses. Adanya Adhisatya Education memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik sekaligus mendukung transformasi pembelajaran berbasis teknologi di SMK Negeri 3 Sukoharjo. Aplikasi tersebut turut dihibahkan kepada sekolah sebagai media pembelajaran digital yang dapat digunakan secara berkelanjutan.

IMG_20260518_090154_302.jpg
Kegiatan Menanam Guna Mendukung Program Adiwiyata Sekolah

Selain berfokus pada inovasi pembelajaran digital, mahasiswa juga menghadirkan Fruitiva (Fruit Innovative Value) sebagai program pembelajaran berbasis lingkungan. Melalui program ini murid diajak mengolah limbah organik, seperti kulit buah dan air cucian beras, menjadi pupuk organik cair yang dimanfaatkan untuk budidaya cabai jawa dan ubi jalar di lingkungan sekolah. Program ini mengajarkan pengelolaan limbah yang ramah lingkungan dan juga menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, kreativitas, serta jiwa kewirausahaan kepada murid. Kehadiran Fruitiva menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap komitmen SMK Negeri 3 Sukoharjo menuju Sekolah Adiwiyata, yaitu sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan.

WhatsApp Image 2026-06-26 at 20.25.56.jpeg
Kegiatan Pameran SIGMA

Sebagai upaya mengembangkan kreativitas sekaligus kemampuan berpikir kritis murid, tim mahasiswa menyelenggarakan SIGMA (Siap Jaga Masa Depan Bangsa). Salah satu rangkaian kegiatan dalam SIGMA adalah Ideas In Motion, yaitu pembuatan poster edukatif mengenai materi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG). Murid menuangkan gagasan mereka ke dalam karya visual yang dipadukan dengan filosofi poster serta QR Code yang terhubung dengan penjelasan digital. Seluruh karya kemudian dipamerkan dalam Mini Exhibition: Visual Display sebagai bentuk apresiasi terhadap kreativitas murid.

IMG_20260609_100636_708.jpg
Seminar EduCareer

Menjelang berakhirnya rangkaian program, mahasiswa menyelenggarakan Seminar EduCareer GASPOL (Gali Potensi dan Olah Langkah) sebagai bekal bagi murid dalam mempersiapkan masa depan. Seminar ini menghadirkan dua alumni SMK Negeri 3 Sukoharjo yang telah sukses berkarier di luar negeri untuk berbagi pengalaman mengenai peluang kerja internasional, tantangan di dunia profesional, serta pentingnya membangun kompetensi di era global. Selain itu, seminar juga menghadirkan seorang alumnus Universitas Sebelas Maret yang membagikan pengalaman dan strategi melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mulai dari persiapan masuk perguruan tinggi hingga pengembangan potensi diri selama menjadi mahasiswa. Melalui seminar ini, murid memperoleh wawasan mengenai jenjang karier, pendidikan tinggi, serta pentingnya membangun personal branding sebagai bekal menghadapi dunia kerja maupun dunia akademik.

 

Seluruh rangkaian Program Hibah Pembelajaran Berdampak kemudian ditutup melalui Grand Closing, pada kesempatan tersebut mahasiswa mempresentasikan capaian program, menyerahkan luaran inovasi berupa MoDeep dan Adhisatya Education kepada pihak sekolah.

Berbagai inovasi yang dihasilkan memberikan dampak positif bagi murid, guru, maupun sekolah. Pembelajaran menjadi lebih aktif, interaktif, dan berbasis teknologi, kreativitas murid semakin berkembang, kepedulian terhadap lingkungan semakin meningkat, serta guru memperoleh perangkat pembelajaran inovatif yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Melalui kolaborasi ini Universitas Sebelas Maret dan SMK Negeri 3 Sukoharjo menunjukkan bahwa sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah mampu melahirkan inovasi yang dapat menjawab kebutuhan pembelajaran masa kini dan memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Program Hibah Pembelajaran Berdampak Asistensi Mengajar ID 1823 menjadi bukti bahwa peran mahasiswa mampu menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi sekolah melalui pengembangan perangkat pembelajaran, media digital, pendidikan lingkungan, penguatan karakter, hingga pembekalan karier bagi murid. Semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus mendorong lahirnya transformasi pembelajaran yang adaptif, inovatif, dan berkelanjutan dalam mewujudkan pendidikan Indonesia yang lebih berkualitas.