Mahasiswa KKN-T IDBU 67 Undip Luncurkan SIGAP, Sistem Antisipasi Banjir Pesisir di RW 7 Kaligawe

SEMARANG, 22 Juli 2026 – Kelompok Kuliah Kerja Nyata (KKN) IDBU 67 Kelompok 7 sukses meluncurkan program multidisiplin bertajuk SIGAP (Sistem Informasi dan Gerakan Antisipasi Banjir Pesisir) yang bertempat di Balai RW 7, Kelurahan Kaligawe, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang, pada Rabu, 22 Juli 2026. Program ini merupakan hasil kolaborasi enam mahasiswa lintas fakultas dan program studi, sejalan dengan tema besar kelompok mengenai mitigasi banjir dan ketahanan masyarakat serta Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) poin 6 tentang Air Bersih dan Sanitasi Layak dan poin 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan.

Kegiatan ini diinisiasi sebagai respons atas belum tersedianya sistem informasi untuk memantau kenaikan muka air di Kelurahan Kaligawe, salah satu kawasan pesisir Kota Semarang yang rentan terhadap banjir rob. Berdasarkan hasil identifikasi awal bersama warga dan tokoh masyarakat setempat, mahasiswa KKN menemukan bahwa peringatan dini terhadap kenaikan air selama ini masih mengandalkan pengamatan manual, sehingga informasi kerap terlambat sampai ke warga. Atas dasar itu, SIGAP dirancang secara terintegrasi: memadukan sensor ketinggian air, indikator peringatan, dan dashboard pemantauan, agar kesiapsiagaan warga terhadap kenaikan muka air dapat ditingkatkan secara menyeluruh.

Sebagai program multidisiplin, SIGAP dikerjakan oleh enam mahasiswa dari bidang keilmuan yang beragam. Latar belakang keilmuan yang beragam inilah yang menjadi dasar penyusunan SIGAP, sehingga program ini tidak sekadar menyentuh aspek fisik lingkungan seperti sensor dan drainase, tetapi juga merambah pada perubahan perilaku warga, penyampaian informasi kepada masyarakat, hingga kesiapan setiap rumah tangga dalam menghadapi banjir rob.

Sabiq Habiburrahman Zarkasi (Teknik Komputer S1, FT) merancang dan membangun website dashboard sebagai laman pemantauan hasil pembacaan sensor Prototipe Sistem Peringatan Dini Banjir, sekaligus melakukan identifikasi pola penggunaan ponsel warga Kaligawe sebagai dasar desain antarmuka.

Sandi Pangestu (Hubungan Internasional S1, FISIP) menyusun poster infografis komparatif “Cupar dan SIGAP Kaligawe: Dari Deteksi Menuju Kesiapsiagaan Warga” yang membandingkan SIGAP dengan River Level Alert System di Cupar, Skotlandia.

Nathanael Guanrey Sitanggang (Teknik Geologi S1, FT) melakukan survei kondisi geologi wilayah meliputi elevasi, kelerengan, karakteristik tanah, dan kondisi lingkungan pesisir untuk menentukan titik pemasangan sensor tinggi muka air yang paling representatif.

Muhammad Haidar Aly (Teknik Sipil S1, FT) mengevaluasi kondisi saluran drainase lingkungan dan mengidentifikasi titik-titik genangan, sebagai dasar penyusunan rekomendasi teknis penanganan banjir lokal.

Reyhan Wahyu Pratama (Teknik Listrik Industri D4, SV) merancang dan membangun prototipe alat Sistem Peringatan Dini Banjir (Early Warning System) sederhana berbasis sensor ketinggian air dan indikator alarm.

Rinanda Gantari (Arsitektur S1, FT) merancang media edukasi visual, dituangkan dalam booklet/infografis SIGAP untuk warga dan pelajar di Kaligawe.

Secara teknis, prototipe alat peringatan dini banjir bekerja menggunakan sensor ketinggian air yang dipasang pada titik-titik yang telah ditentukan berdasarkan kajian geologi lingkungan, lengkap dengan indikator alarm sederhana di lapangan. Data ketinggian air yang terekam kemudian ditampilkan secara real-time pada laman dashboard berbasis web, sehingga warga dan pengurus RW dapat memantau status kesiagaan kapan pun dibutuhkan. Sistem ini dilengkapi pula dengan rekomendasi teknis penanganan drainase pada titik-titik genangan, serta peta jalur evakuasi yang telah disusun sebagai bagian dari kesiapsiagaan menyeluruh warga menghadapi banjir rob.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan pemaparan mengenai latar belakang dan cara kerja SIGAP, dilanjutkan dengan simulasi langsung pada laman dashboard serta pemaparan poster infografis komparatif dan peta evakuasi kepada warga. Antusiasme warga terlihat cukup tinggi, terutama saat mahasiswa memperagakan cara kerja prototipe alat serta menjelaskan titik-titik pemasangan sensor di lingkungan RW 7.

Kegiatan peluncuran SIGAP ini ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan luaran program secara simbolis – meliputi prototipe alat peringatan dini, poster infografis komparatif “Cupar dan SIGAP Kaligawe”, dan booklet peta evakuasi oleh Tim KKN Tematik IDBU 67 Kelompok 7, kepada Kepala RW 7 Kelurahan Kaligawe. Ke depan, mahasiswa KKN berharap SIGAP dapat terus dioperasikan secara mandiri oleh warga dan menjadi model pengelolaan risiko banjir pesisir berbasis kolaborasi lintas disiplin yang dapat direplikasi di wilayah rawan banjir lainnya.

 

Penulis/Reporter: Mahasiswa KKNT IDBU-67 Kelompok 7

  • Mahasiswa KKNT IDBU-67 Kelompok 7
  • Mahasiswa Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!