JATENG.NET, KENDAL — Mahasiswa Universitas Diponegoro yang tergabung dalam KKNT IDBU 13 melaksanakan pemaparan hasil optimalisasi fitur digital untuk mendukung pengelolaan Bank Sampah Desa Sriwulan, Kecamatan Limbangan, Kabupaten Kendal pada Jumat (4/7/2025) .
Kegiatan ini dihadiri perangkat desa, pengurus bank sampah, dan perwakilan masyarakat.
Latar belakang dari program ini berawal dari meningkatnya volume sampah sejak dibukanya Desa Wisata Arenan Kalikesek.
Peningkatan jumlah kunjungan wisatawan membawa dampak positif pada perekonomian desa, namun juga menimbulkan tantangan baru dalam pengelolaan lingkungan, khususnya sampah yang dihasilkan dari aktivitas wisata maupun warga sekitar.
Sistem pencatatan bank sampah yang masih manual membuat proses pendataan memakan waktu, rentan kesalahan, dan sulit melakukan rekapitulasi secara cepat.
Untuk menjawab tantangan tersebut, tim mahasiswa merancang dan mengimplementasikan fitur manajemen data warga untuk mendata nasabah bank sampah, serta fitur tukar poin yang memudahkan warga menukarkan poin hasil setoran sampah dengan hadiah yang tersedia dan juga fitur pencatatan penjualan rongsok berbasis spreadsheet yang memudahkan pengelola mencatat hasil penjualan sampah.
“Dengan penerapan sistem ini, data hasil penjualan sampah akan lebih rapi, transparan, dan mudah diakses, sehingga pengelolaan bank sampah menjadi lebih efisien,” ujar Mas Salaf sebagai Ketua Pengelola Bank Sampah Desa Sriwulan
Program ini diharapkan tidak hanya membantu Bank Sampah Desa Sriwulan dalam pengelolaan internal, tetapi juga menjadi motivasi bagi warga untuk aktif memilah dan menyetorkan sampah, sehingga kebersihan dan citra Desa Wisata Arenan Kalikesek tetap terjaga.
Penulis: Syariful Hanif Setiawan











