[Jaten, Karanganyar, 14 Agustus 2025] – Mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tengah melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Jaten berhasil menciptakan sebuah inovasi pembakar sampah minim asap sebagai solusi pengelolaan sampah ramah lingkungan.
Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas keluhan warga terkait permasalahan sampah yang kian menumpuk di Desa Jaten, Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar. Selain itu, polusi udara yang dihasilkan dari pembakaran sampah juga turut mengganggu kenyamanan masyarakat. “Pembakaran terbuka sering menimbulkan asap pekat yang mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia,” ujar Muhammad Ramadhan Syaputra asal Prodi Pendidikan Teknik Mesin, selaku penanggung jawab program kerja ini.
Pembakar sampah minim asap ini dirancang menggunakan bahan sederhana yang mudah didapat, seperti drum bekas, besi, elektroda las, dan mata gerinda. Alat ini dirancang selama dua minggu bertempat di rumah kepala Dusun Getas, Desa Jaten. Desain alat ini memungkinkan sirkulasi udara optimal sehingga proses pembakaran lebih sempurna dan asap yang dihasilkan sangat minim.
Selain itu, mahasiswa KKN juga mengadakan praktik uji coba secara langsung penggunaan alat pembakar sampah minim asap ini kepada warga sekitar Desa Jaten agar bisa digunakan secara berkelanjutan. Warga menyambut baik inovasi ini karena dianggap praktis, murah, dan bermanfaat dalam menjaga kualitas udara desa.
Kepala Dusun Getas, Desa Jaten menyampaikan apresiasinya atas kontribusi mahasiswa UNS yang membawa solusi nyata. Inovasi ini sejalan dengan upaya kami mewujudkan desa yang bersih dari polusi dan bebas dari sampah yang menumpuk.
Program kerja inovasi alat pembakar sampah minim asap selaras dengan beberapa poin Sustainable Development Goals (SDGs). Secara khusus, program ini mendukung poin SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera dengan mengurangi polusi udara yang menyebabkan gangguan pernapasan dan penyakit tidak menular. Selain itu, program ini juga berkontribusi pada SDG 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui peningkatan kualitas lingkungan permukiman desa dengan pengelolaan sampah yang lebih ramah lingkungan.
Dengan adanya pembakar sampah minim asap ini, diharapkan masyarakat dapat mengurangi dampak negatif pembakaran sampah terhadap lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah yang aman dan berkelanjutan.











