Desa Ngandong, Gantiwarno, Kabupaten Klaten — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro (Undip), Neila Imanuela Pangka Lee, melaksanakan kegiatan sosialisasi pembuatan silase sebagai pakan alternatif ternak dengan memanfaatkan limbah jerami padi di Desa Ngandong. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan solusi pemanfaatan limbah pertanian, meningkatkan ketersediaan pakan ternak dan ketahanan pangan bagi masyarakat desa.
Sosialisasi tersebut diikuti oleh warga Desa Ngandong, khususnya peternak dan petani, yang selama ini memiliki potensi limbah jerami padi cukup melimpah setelah musim panen. Dalam kegiatan ini, Neila menjelaskan bahwa jerami padi yang sering kali dibakar atau dibiarkan menumpuk dapat diolah menjadi silase yang bernilai gizi dan dapat disimpan dalam jangka waktu lama.
Pada pemaparannya, Neila menyampaikan pengertian silase, manfaatnya bagi ternak, serta tahapan pembuatannya. Proses pembuatan silase dimulai dari pencacahan jerami padi, penambahan bahan pendukung seperti molases atau dedak, proses fermentasi dalam kondisi anaerob, hingga cara penyimpanan yang benar. Silase yang dihasilkan dapat menjadi pakan alternatif, terutama saat ketersediaan hijauan pakan berkurang.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat memanfaatkan jerami padi secara optimal sebagai pakan ternak. Selain mengurangi limbah pertanian, silase juga membantu peternak dalam menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun,” jelas Neila saat kegiatan berlangsung.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara interaktif dengan sesi tanya jawab antara mahasiswa dan masyarakat. Warga menunjukkan antusiasme tinggi dan ketertarikan untuk mencoba langsung pembuatan silase sebagai inovasi pakan ternak di Desa Ngandong.
Melalui program KKN Universitas Diponegoro ini, Neila Imanuela Pangka Lee berharap pengetahuan yang dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Pemanfaatan limbah jerami padi menjadi silase diharapkan mampu mendukung pengembangan peternakan yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di Desa Ngandong.

