JATENG.NET, BATANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Diponegoro yang melaksanakan pengabdian masyarakat di Dusun Sibelis, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, mengadakan dua program unggulan berbasis lingkungan dan pertanian berkelanjutan, yaitu “Pembuatan Pupuk Organik dari Limbah Peternakan Ayam” dan “Pembuatan Pakan Alternatif Fermentasi dari Limbah Kulit Singkong.”
Sebagai bagian dari kegiatan pengabdian masyarakat, Naufal Fadhill Yordi Nugroho, mahasiwa Fakultas Peternakan dan Pertanian, program studi Peternakan, Universitas Diponegoro. Program ini dilatarbelakangi oleh potensi besar dusun yang memiliki aktivitas peternakan ayam dan pertanian singkong, namun masih menghadapi persoalan dalam pengelolaan limbah yang dapat mencemari lingkungan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat agar lebih bijak dan produktif dalam memanfaatkan limbah.
Pupuk Organik dari Limbah Peternakan Ayam
Program ini merupakan inisiatif Naufal Fadhill Yordi Nugroho yang bertujuan untuk mengurangi dampak pencemaran lingkungan akibat limbah peternakan ayam sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian masyarakat. Limbah kotoran ayam yang selama ini dibuang begitu saja, kini dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan pupuk organik padat.
Pembuatan pupuk dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan seperti kotoran ayam, EM4 (Effective Microorganisms), molases (tetes tebu), dan bahan pembawa seperti sekam atau serbuk gergaji. Proses fermentasi berlangsung selama 10–14 hari, setelah itu pupuk dapat langsung digunakan untuk menyuburkan lahan pertanian warga.
Program ini tidak hanya melibatkan pelatihan teknis, tetapi juga edukasi mengenai manfaat pupuk organik, antara lain: memperbaiki struktur tanah, meningkatkan ketersediaan unsur hara, serta menurunkan ketergantungan pada pupuk kimia.

Pakan Alternatif Fermentasi dari Limbah Kulit Singkong
Program ini merupakan inisiatif Naufal Fadhill Yordi Nugroho yang bertujuan untuk pemanfaatan limbah UMKM (kulit singkong) sebagai pakan alternatif. Kulit singkong adalah salah satu limbah pertanian yang sering kali tidak dimanfaatkan secara maksimal. Dalam program ini, mahasiswa KKN memperkenalkan teknologi sederhana pembuatan pakan fermentasi dari kulit singkong sebagai alternatif pakan ternak, khususnya kambing dan domba.
Proses fermentasi dilakukan dengan mencampurkan kulit singkong yang sudah dicacah dengan bahan fermentasi seperti dedak halus, molases, EM4, dan air bersih, lalu disimpan dalam wadah tertutup selama 5–7 hari. Hasilnya adalah pakan yang lunak, tidak berbau busuk, dan kaya akan nutrisi serta serat yang dibutuhkan ternak ruminansia.
Program ini menjadi solusi ekonomis bagi peternak untuk mengurangi biaya pakan sekaligus mengelola limbah pertanian secara produktif. Selain itu, pakan fermentasi ini juga meningkatkan nafsu makan ternak dan membantu proses pencernaan.












