JATENG.NET, SEMARANG — Mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) tengah menghadirkan solusi konkret untuk mendukung peningkatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pangan di Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Tahun 2025 yang dilaksanakan mulai tanggal 1 hingga 27 Juli 2025.
Melalui program KKNT ini, para mahasiswa UNDIP berupaya memberikan pendampingan dan pelatihan yang relevan bagi para pelaku UMKM pangan di Plamongan Sari. Diharapkan, program ini dapat membantu UMKM meningkatkan kualitas produk, legalitas usaha, hingga strategi pemasaran, sehingga mampu bersaing dan berkembang lebih jauh.
Program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) ini dibimbing langsung oleh Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum. dan Riris Tiani, S.S., M.Hum., keduanya merupakan dosen dari Fakultas Ilmu Budaya. Salah satu kelompok yang memiliki inisiatif unggulan adalah Kelompok 2 Tim KKNT 105, yang beranggotakan sembilan mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu.
Mereka memilih Kelurahan Plamongansari sebagai lokasi pengabdian karena melihat potensi besar wilayah tersebut dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor kuliner, perdagangan, dan jasa.
Meskipun Kelurahan Plamongansari memiliki potensi UMKM yang besar, kami menyadari bahwa masih banyak pelaku UMKM, khususnya di sektor pangan, yang belum sepenuhnya memahami dan mengimplementasikan standar pangan aman dan legal.
Beberapa di antaranya mungkin belum memiliki izin edar PIRT (Produk Industri Rumah Tangga), sertifikasi halal, atau bahkan kesulitan dalam mengadopsi sistem pembayaran digital seperti QRIS. Selain itu, masih terdapat UMKM yang belum optimal dalam strategi promosi dan pemasaran, seperti pemanfaatan media luar ruang seperti MMT (Baliho/Spanduk).
Dalam PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) dan Sertifikasi Halal, mahasiswa berkolaborasi dengan Bapak Budi selaku Pendamping Proses Produk Halal (PPPH), MMT bersama Darul Hisan, dan Pembuatan QRIS oleh PT Dika BCA
Sebagai bagian dari program KKNT ini, para mahasiswa Universitas Diponegoro hadir untuk menjadi mitra dan fasilitator bagi para pelaku UMKM tersebut. Mereka berkomitmen untuk memberikan pendampingan secara intensif dan personal, mulai dari sosialisasi, pelatihan, hingga bantuan teknis langsung.
Melalui program ini, mahasiswa KKNT Undip 105 akan memastikan bahwa setiap pelaku UMKM yang masih memiliki pertanyaan, keraguan, atau bahkan sama sekali belum mengerti tentang pentingnya transformasi pangan aman dan legal ini, akan mendapatkan bimbingan yang komprehensif.
Fokus dari program ini adalah menjembatani kesenjangan pengetahuan dan keterampilan yang ada, sehingga UMKM di Plamongansari dapat:
- Memahami dan mengurus perizinan dasar seperti PIRT untuk menjamin legalitas produk.
- Mendapatkan sertifikasi halal guna memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan kepercayaan konsumen.
- Mengintegrasikan sistem pembayaran digital QRIS untuk mempermudah transaksi dan mengikuti perkembangan zaman.
- Meningkatkan visibilitas produk mereka melalui strategi pemasaran yang efektif, termasuk pembuatan MMT yang menarik.
Melalui pendekatan yang sabar, solutif, dan didampingi langsung oleh mahasiswa, para pelaku UMKM di Plamongansari akan semakin termotivasi dan mampu menerapkan standar yang lebih tinggi, demi keberlanjutan dan kemajuan usaha UMKM Plamongan Sari di masa mendatang.











