JATENG.NET, SEMARANG – Dalam upaya mendukung pemetaan karir sekaligus meningkatkan produktivitas generasi muda, Alya Jasmin Riansya, Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Diponegoro yang tergabung dalam Tim 105 KKN-T Plamongansari, hadir untuk menyediakan layanan konseling sebaya bagi para pemuda Kelurahan Plamongansari yang membutuhkan urgensi pemetaan karir, pengembangan potensi, hingga bagaimana partisipasi aktif klien pada Senin (21/7/2025).
Kegiatan ini berupa sesi bimbingan konseling sebaya bertema “Karir Cerah Dimulai dari Aksi Nyatamu!” yang bertujuan untuk membantu pemuda mengenali diri dan merancang langkah karir secara lebih terarah. Melalui pendekatan reflektif, klien diajak untuk mengungkapkan pengalaman nyata, permasalahan, nilai-nilai pribadi, dan tekanan yang dialami oleh klien.
Kegiatan diikuti oleh perwakilan pemuda aktif di lingkungan kelurahan dan dipandu langsung oleh konselor. Konseling sebaya merupakan bentuk pendampingan atau bimbingan psikososial yang dilakukan oleh teman sebaya, yakni orang dengan usia, pengalaman, atau latar belakang yang relatif setara dengan penerima konseling.

“Soal peminatan jurusan, sebenarnya sudah memiliki tujuan. Namun, masih merasa kurang persiapan dan belum memiliki arah yang benar-benar jelas. Rata-rata pengurus Karang Taruna saat ini sudah berada di kelas 12 SMA/SMK, sehingga waktu kami terbatas dan hanya bisa mengikuti kegiatan pemuda pada malam hari,” ungkap klien konseling.
Hasil dari kegiatan konseling sebaya yang dilaksanakan oleh mahasiswa KKN di Kelurahan Plamongan Sari menunjukkan bahwa ketiga klien yang terlibat telah memiliki minat dan motivasi karir yang cukup kuat.
Namun demikian, para klien masih menghadapi beberapa hambatan, terutama dalam merancang langkah konkret menuju tujuan karir. Beberapa kendala yang muncul antara lain adalah minimnya perencanaan belajar, kebingungan dalam memilih antara dua jurusan peminatan, serta kurangnya literasi terkait jurusan dan informasi seputar seleksi perguruan tinggi.
Luaran dari program ini adalah sebuah video edukasi dari hasil keseluruhan konseling. Video ini dirancang dengan memperhatikan etika dan privasi.
“Harapan saya, video edukasi dari kegiatan konseling dengan perwakilan pemuda aktif organisasi ini dapat menjadi jembatan antara generasi muda dan masyarakat yang terlibat, serta dapat memberikan jawaban bagi klien dalam menentukan pemetaan karir,” ujar penulis.











