Mahasiswa KKN Literasi UNS 167 dan Perpusnas Wujudkan Budaya Baca Kreatif di Desa Sumberejo

Siswa-siswi SD Negeri 1 Sumberejo, Magelang, tampak antusias mengikuti program Apresiasi Literasi yang diselenggarakan oleh mahasiswa KKN UNS. Kegiatan ini melibatkan sesi membaca nyaring, diskusi buku, hingga praktik menulis cerita.

JATENG.NET, MAGELANGMahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Sebelas Maret Surakarta mengadakan rangkaian kegiatan literasi di Desa Sumberejo yang merupakan salah satu desa di Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, yang terletak di lereng Gunung Merbabu. Kehidupan literasi di Desa Sumberejo tumbuh seiring dengan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan dan keterampilan membaca, menulis, serta mengelola informasi.

Meskipun desa ini berada di wilayah pegunungan dengan dominasi mata pencaharian di sektor pertanian hortikultura, minat terhadap kegiatan literasi mulai terlihat melalui keterlibatan anak-anak dan remaja dalam program sekolah, serta dukungan dari pihak luar seperti mahasiswa KKN.

Bahkan, Desa Sumberejo juga memiliki taman baca desa juga. Di Dusun Klabaran, literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan membaca buku, tetapi juga sebagai sarana memperluas wawasan, mengenal teknologi informasi, dan mengembangkan keterampilan bercerita atau menulis tentang kehidupan sehari-hari.

SD Negeri Sumberejo 1 yang terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang menjadi salah satu mitra penting dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang berfokus pada penguatan literasi siswa. Dengan total 90 siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 dan didukung oleh 11 tenaga pendidik serta staf, sekolah ini menyediakan lingkungan belajar yang kondusif di tengah suasana sejuk lereng Gunung Merbabu.

Melalui program KKN, mahasiswa bersama guru melaksanakan berbagai kegiatan literasi seperti membaca nyaring, diskusi isi bacaan, menulis cerita, hingga menggambar berdasarkan buku yang dibaca. Kegiatan ini memperkaya budaya literasi yang sudah berjalan di sekolah sekaligus memberikan variasi metode pembelajaran yang lebih kreatif dan menarik bagi siswa.

Kolaborasi antara pihak sekolah dan mahasiswa KKN tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis siswa, tetapi juga menanamkan rasa percaya diri, melatih kemampuan berbicara di depan umum, serta memperkuat nilai gotong royong dan semangat belajar di lingkungan sekolah.

Kegiatan Apresiasi Literasi Tingkat Desa Sumberejo merupakan salah satu bagian dari program mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 167 Universitas Sebelas Maret (UNS), sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mengembangkan budaya literasi di lingkungan desa. Puncak acara ini dilaksanakan pada 21 Juli 2025 di SD Negeri 1 Sumberejo, diikuti oleh 48 siswa dari kelas IV, V, dan VI. Program ini dirancang tidak hanya untuk meningkatkan minat baca siswa, tetapi juga untuk melatih keterampilan berpikir kritis, kemampuan berkomunikasi, dan kreativitas dalam mengekspresikan ide.

Rangkaian acara dimulai dengan sesi membaca nyaring (read aloud) yang dibawakan oleh mahasiswa KKN 167. Pembacaan dilakukan dengan intonasi yang tepat, ekspresi wajah yang hidup, dan gerakan tubuh yang mendukung isi cerita, sehingga mampu memancing rasa ingin tahu dan antusiasme siswa. Melalui kegiatan ini, siswa mendapatkan teladan cara membaca yang baik sekaligus merasakan pengalaman mendengar cerita yang lebih menarik dan mudah dipahami.

Setelah pembacaan cerita selesai, para peserta diajak mengikuti sesi diskusi isi bacaan. Pada tahap ini, siswa diajak mengidentifikasi tokoh, alur cerita, konflik, dan pesan moral dari buku yang dibacakan. Diskusi berlangsung interaktif dengan mahasiswa KKN memberikan pertanyaan pemantik dan siswa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapatnya. Melalui proses ini, anak-anak belajar untuk mengungkapkan pemahaman mereka, menghargai pendapat orang lain, dan mengaitkan isi bacaan dengan pengalaman sehari-hari.

Tahap berikutnya adalah kegiatan menulis cerita. Siswa diberi kebebasan untuk menulis kisah yang terinspirasi dari buku yang mereka baca atau menciptakan cerita baru sesuai imajinasi mereka. Aktivitas ini bertujuan melatih keterampilan menulis, memperkaya kosakata, dan mengembangkan logika alur cerita. Banyak siswa yang menulis dengan gaya sederhana namun sarat makna, mencerminkan pemahaman mereka terhadap isi bacaan.

Untuk melengkapi proses apresiasi, siswa diajak membuat gambar ilustrasi berdasarkan cerita yang mereka dengar atau tulis. Kegiatan menggambar ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan ide dalam bentuk visual, sekaligus mengasah keterampilan seni mereka. Ada yang menggambar tokoh utama, latar cerita, maupun adegan favorit, menunjukkan bahwa setiap anak memiliki sudut pandang dan imajinasi yang berbeda.

Acara puncak ini turut dihadiri oleh Ibu Samsiyatun, S.Pd. selaku kepala sekolah yang memberikan sambutan dan dukungan penuh terhadap kegiatan literasi ini. Devrila Azahra Handoko bertindak sebagai penanggung jawab acara, memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan sesuai rencana. Seluruh anggota KKN Literasi UNS 167 juga berperan aktif sebagai fasilitator, pembimbing, sekaligus pendamping siswa selama kegiatan berlangsung.

Kegiatan ini memberikan manfaat yang luas. Bagi siswa, mereka tidak hanya belajar memahami isi bacaan, tetapi juga dilatih untuk menyalurkan ide dan kreativitas dalam berbagai bentuk ekspresi. Bagi guru, kegiatan ini menjadi inspirasi metode pembelajaran literasi yang lebih kreatif dan menyenangkan. Sementara bagi mahasiswa KKN 167, program ini menjadi sarana pembelajaran lapangan yang memperkaya pengalaman pengabdian kepada masyarakat.

Melalui Apresiasi Literasi Tingkat Desa Sumberejo, KKN 167 berhasil menciptakan suasana belajar yang kolaboratif dan penuh makna. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari terbentuknya budaya membaca yang berkelanjutan di Desa Sumberejo, sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang gemar membaca, berpikir kritis, dan kreatif dalam berkarya.

Kegiatan Apresiasi Literasi Tingkat Desa Sumberejo dilaksanakan dengan konsep memilih proyek terbaik siswa berdasarkan buku bacaan yang mereka baca selama tiga hari sebelumnya karena metode ini dinilai mampu memadukan proses pembelajaran literasi dengan motivasi berprestasi. Dengan memberikan waktu tiga hari, siswa memiliki kesempatan yang cukup untuk membaca, memahami, dan menghayati isi buku secara lebih mendalam. Hal ini berbeda dengan membaca singkat yang cenderung hanya menitikberatkan pada pemahaman permukaan. Proses membaca yang dilakukan dalam rentang waktu tersebut memungkinkan siswa untuk memikirkan ide, menulis catatan penting, dan merancang proyek apresiasi yang benar-benar mencerminkan pemahaman dan kreativitas mereka.

Pemilihan proyek terbaik dilakukan untuk memberikan apresiasi nyata terhadap usaha dan kreativitas siswa. Sistem seleksi ini mendorong anak-anak untuk mengerjakan tugasnya dengan sungguh-sungguh, karena mereka tahu bahwa karya mereka akan dinilai dan berpotensi mendapatkan penghargaan.

Adanya kompetisi sehat ini juga membangun rasa percaya diri dan mengajarkan siswa untuk berani menampilkan hasil karya di depan orang lain. Selain itu, proses penilaian yang mempertimbangkan kesesuaian isi karya dengan buku yang dibaca, kreativitas penyajian, dan kemampuan presentasi, melatih siswa untuk menggabungkan keterampilan literasi, seni, dan komunikasi secara terpadu.

Pemberian penghargaan kepada tiga karya terbaik tidak hanya menjadi bentuk motivasi, tetapi juga simbol bahwa setiap usaha keras layak dihargai. Meski hanya tiga pemenang yang diumumkan, seluruh peserta tetap mendapatkan pengalaman berharga dalam prosesnya. Konsep ini juga menanamkan nilai sportivitas, kerja keras, dan semangat belajar berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja KKN Literasi UNS 167 yang sejak awal memang dirancang untuk meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi siswa desa melalui metode yang kreatif, interaktif, dan apresiatif. Pelaksanaannya mendapatkan dukungan penuh dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), yang melihat bahwa apresiasi berbasis karya adalah salah satu cara efektif untuk menginternalisasi budaya literasi.

Dukungan ini sekaligus menunjukkan bahwa program literasi desa dapat berjalan lebih optimal jika menggabungkan pembiasaan membaca dengan ruang ekspresi dan penghargaan terhadap karya peserta. Sebelum kegiatan dimulai, siswa diberi arahan singkat mengenai alur kegiatan, aturan, dan tujuan yang ingin dicapai.

Panitia menjelaskan bahwa seluruh proyek yang dikerjakan akan dinilai dan tiga karya terbaik akan mendapatkan penghargaan. Arahan ini menjadi pendorong semangat sekaligus motivasi agar siswa mengerjakan karya dengan sungguh-sungguh.

Kegiatan inti dimulai dengan Sesi Pertama, di mana setiap siswa secara individu diminta untuk menuliskan kembali atau menceritakan secara ringkas isi buku yang telah mereka baca selama tiga hari sebelumnya. Tulisan ini dibuat pada booklet sederhana yang terbuat dari kertas HVS, yang telah disiapkan dan dibagikan oleh panitia. Pada tahap ini, siswa diminta untuk menuangkan pemahaman mereka terhadap cerita secara ringkas, padat, dan jelas, baik dari segi alur, tokoh, maupun pesan moral yang terkandung di dalamnya.

Setelah selesai menulis, kegiatan dilanjutkan ke sesi dedua. Masih secara individu, siswa diminta untuk menghias booklet mereka sesuai kreativitas masing-masing, namun tetap berhubungan dengan isi buku yang telah dibaca. Mereka menggunakan pensil warna, spidol, dan alat gambar lainnya untuk mempercantik tampilan karya. Hiasan yang dibuat beragam, mulai dari ilustrasi tokoh cerita, latar tempat, hingga ornamen-ornamen kecil yang mendukung suasana cerita. Tahap ini menjadi ajang siswa mengekspresikan imajinasi dan keterampilan seni mereka.

Setelah semua booklet selesai, panitia dan guru pendamping melakukan penilaian terhadap karya yang telah dibuat. Penilaian mencakup kelengkapan isi cerita, ketepatan pemahaman terhadap buku, kerapian penulisan, kreativitas hiasan, dan kesesuaian dengan isi bacaan. Dari hasil penilaian, terpilih tiga siswa dengan karya proyek terbaik, yaitu Nur Izatu Aliza (kelas VI) sebagai Juara 1, Muhammad Faiz Faturrahman (kelas VI) sebagai Juara 2, dan Vania Khoirunnisa Rahmadani (kelas VI) sebagai Juara 3.

Mahasiswa KKN UNS Kelompok 167 berfoto bersama para pemenang lomba Apresiasi Literasi di SD Negeri 1 Sumberejo, Magelang. Program ini bertujuan menumbuhkan minat baca dan melatih keterampilan berpikir kritis serta kreativitas siswa.

Ketiga pemenang tersebut mendapatkan sertifikat penghargaan dan hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, kreativitas, dan pemahaman bacaan yang mereka tunjukkan. Meskipun hanya tiga siswa yang menjadi pemenang, seluruh peserta mendapatkan apresiasi positif dan pujian dari panitia serta guru. Kegiatan ini pun berakhir dalam suasana penuh kegembiraan dan rasa bangga, baik bagi siswa, guru, maupun tim KKN Literasi UNS 167 yang telah berhasil melaksanakan program kerja dengan dukungan penuh dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas).