Mahasiswa KKN-T IDBU 71 Undip Optimalkan Branding Digital UMKM Teh Tombo

Zaqiya Putri Oktafiani, Dwinnda Izmi Zahra, Azra Rava Renziro

Mahasiswa KKN-T IDBU 71 Undip Optimalkan Branding Digital UMKM Teh Tombo

Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Iptek bagi Desa Binaan (KKN-T IDBU 71) Universitas Diponegoro (Undip) melaksanakan program optimalisasi branding digital bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Paso Teh di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, pada Juli–Agustus 2026.

 

Paso Teh merupakan produsen specialty tea handmade yang telah berdiri sejak 2014 di bawah pimpinan Pak Huda. UMKM ini menghasilkan empat varian teh premium, yaitu Black Tea, Green Tea, White Tea, dan Oolong, dari pucuk peko pilihan yang tumbuh di ketinggian 700–1.500 meter di atas permukaan laut (mdpl). Produk Paso Teh telah dipercaya oleh sejumlah perusahaan dan kafe specialty di Jakarta, Bogor, dan Solo. Meski memiliki kualitas produk yang unggul, potensi Paso Teh belum dimaksimalkan secara digital sehingga jangkauan bisnisnya masih terbatas.

 

Program KKN-T yang dijalankan oleh tiga mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas Sekolah Vokasi Undip ini terdiri atas tiga program individu dan satu program kolaborasi. Zaqiya Putri Oktafiani bertanggung jawab atas pengembangan aset digital dan sistem informasi bisnis, meliputi penyusunan katalog digital, optimalisasi Google Business Profile (GBP), WhatsApp Business, dan Linktree. Dwinda Izmi Zahra mengelola optimalisasi media sosial Instagram Paso Teh melalui perancangan strategi konten, template feed, dan panduan pengelolaan akun. Sementara itu, Azra Rava Renziro memproduksi video dokumenter berbahasa Jepang sebagai upaya memperkenalkan Paso Teh kepada pasar internasional, khususnya Jepang.

 

Sebagai luaran utama, program ini menghasilkan katalog digital Paso Teh berformat PDF sebanyak delapan halaman yang memuat profil brand, proses produksi, varian produk beserta harga, keunggulan UMKM, misi sosial, jaringan distribusi, dan informasi kontak. Katalog dirancang dengan pendekatan business-to-business (B2B) mengingat Paso Teh berperan sebagai supplier, bukan penjual eceran langsung kepada konsumen akhir.

 

Di sisi lain, optimalisasi GBP dilakukan untuk meningkatkan visibilitas Paso Teh di mesin pencari Google. Hal ini dilatarbelakangi oleh fakta bahwa sudah ada calon pembeli yang berhasil menemukan dan menghubungi Paso Teh melalui Google, namun profil bisnis yang tersedia belum dikelola secara optimal. Tim KKN-T melengkapi informasi profil, mengunggah foto produk dan proses produksi, mengisi bagian produk, serta mengintegrasikan akun dengan WhatsApp Business dan Linktree.

 

Pak Huda selaku pemilik Paso Teh menyambut positif program ini. Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN Undip membantu Paso Teh memiliki wajah digital yang lebih profesional dan terstruktur, sehingga potensi produk teh lokal Desa Tombo dapat dikenal lebih luas, termasuk oleh mitra bisnis dari luar daerah maupun mancanegara.

 

Program ini berada di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan, Nikolaus Ageng Prathama, S.I.Kom., M.I.Kom. Seluruh luaran program diserahterimakan kepada pihak UMKM Paso Teh beserta panduan penggunaan agar dapat dikelola secara mandiri setelah masa KKN-T berakhir.

 

Penulis: Zaqiya Putri Oktafiani, Dwinnda Izmi Zahra, Azra Rava Renziro, Mahasiswa KKN-T IDBU-71 Universitas Diponegoro

  • Zaqiya Putri Oktafiani, Dwinda Izmi Zahra, Azra Rava Renziro
  • Mahasiswa KKN-T IDBU-71 Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!