Kelompok Wanita Tani (KWT)Tunas Bahagia Kelurahan Tanjung Mas Perkuat Tata Kelola hingga Diversifikasi Produk melalui Program Penanaman Tomat Cherry

Semarang, 11 Agustus 2026 – Kelompok Wanita Tani (KWT) Tunas Bahagia terus memperkuat pengelolaan kelompok melalui berbagai program yang menyentuh aspek manajemen, kapasitas anggota, pengembangan produk, hingga pemasaran. Upaya tersebut diwujudkan melalui rangkaian program Multidisiplin 1 KKN-T 113 Proklim yang mengusung tema “Penguatan Manajemen KWT Tunas Bahagia di Wilayah Pesisir.”

Rangkaian program tersebut tidak hanya berfokus pada penguatan sistem internal KWT, tetapi juga mendorong anggota untuk mengembangkan potensi pertanian dan mengarahkannya menjadi kegiatan yang memiliki nilai ekonomi.

 

Salah satu program yang dilakukan adalah pembuatan sistem absensi dan monitoring tanaman berbasis web app. Program ini ditujukan untuk menggantikan sistem absensi yang sebelumnya dilakukan secara manual. Selain pembuatan sistem, anggota KWT juga mendapatkan sosialisasi dan pendampingan penggunaan website sehingga pencatatan kehadiran serta pemantauan data tanaman dapat dilakukan secara lebih terstruktur dan efisien.

 

Penguatan manajemen juga dilakukan dari sisi legalitas usaha. Melalui sosialisasi pentingnya legalitas usaha dan pendaftaran merek, anggota KWT mendapatkan pemahaman mengenai pentingnya merek dagang dan legalitas produk. Hal ini berkaitan dengan potensi hasil panen KWT seperti cabai, tomat, terong, dan melon yang dapat dikembangkan menjadi produk olahan, seperti sambal, saus tomat, maupun keripik sayur, sebelum dipasarkan secara lebih luas.

 

Di sisi sumber daya manusia, KWT juga mendapatkan psikoedukasi dan pelatihan growth mindset, resiliensi, serta kerja sama tim. Program ini diarahkan untuk membantu anggota menghadapi berbagai tantangan dalam kegiatan pertanian, membangun kemampuan beradaptasi, serta memperkuat kerja sama dalam menjalankan kegiatan KWT.

 

Pengembangan kemampuan komunikasi turut menjadi bagian dari rangkaian program melalui peningkatan kapasitas public speaking. Anggota KWT berlatih memperkenalkan diri, kelompok, serta produk KWT secara singkat. Pelatihan tersebut juga mencakup teknik vokal, bahasa tubuh, penyusunan poin pembicaraan, hingga pemberian umpan balik.

 

Sementara itu, dari sisi pemasaran, KWT mendapatkan pelatihan digital marketing dan promosi UMKM melalui media sosial. Materi yang diberikan meliputi branding produk, fotografi produk menggunakan smartphone, pembuatan konten promosi, penulisan caption, serta pemanfaatan WhatsApp Business dan Instagram untuk memperluas jangkauan pemasaran.

 

Rangkaian penguatan tersebut kemudian dilengkapi dengan pengembangan media informasi lingkungan berbasis QR Code untuk greenhouse KWT. Media ini dikembangkan sebagai sarana edukasi bagi pengunjung karena informasi mengenai tanaman dan praktik ramah lingkungan sebelumnya masih disampaikan secara lisan.

 

Budidaya Tomat Cherry Jadi Sorotan

Di antara rangkaian program tersebut, budidaya tomat cherry menjadi salah satu upaya yang menonjol dalam pengembangan potensi ekonomi KWT. Program bertajuk “Budidaya Tomat Cherry sebagai Diversifikasi Produk Mendukung Ekonomi Bernilai Tinggi SDGs 8 (Decent Work and Economic Growth) di Kelompok Wanita Tani Wilayah Pesisir” dilaksanakan pada 11 Agustus 2026.

 

Program ini berangkat dari tantangan dalam kegiatan budidaya, ketika jenis tanaman yang dikembangkan tidak selalu memberikan hasil maksimal. Kondisi tanah dan air, pemeliharaan yang sulit dipantau, fasilitas penunjang, hingga biaya pupuk dan perawatan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pertanian.

 

Karena itu, diversifikasi tanaman menjadi salah satu langkah yang dilakukan. Budidaya tomat cherry diperkenalkan sebagai alternatif komoditas yang dapat memperkaya pilihan produk pertanian KWT. Tidak berhenti pada aspek budidaya, program ini juga diarahkan pada pengembangan ekonomi bernilai tinggi. Pemilihan tomat cherry menjadi bagian dari upaya melihat kegiatan pertanian tidak hanya sebagai aktivitas produksi, tetapi juga sebagai potensi pengembangan ekonomi anggota KWT.

 

Melalui rangkaian Multidisiplin 1 tersebut, penguatan KWT dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembenahan manajemen internal, peningkatan kapasitas anggota, penguatan legalitas, pengembangan komunikasi dan pemasaran, hingga diversifikasi produk. Budidaya tomat cherry menjadi salah satu gambaran bagaimana penguatan manajemen dapat diarahkan pada munculnya peluang baru bagi KWT Tunas Bahagia.

  • Alifia Zahra
  • Mahasiswa Program Studi Informasi dan Humas, Universitas Diponegoro
  • Setuju
Butuh bantuan? Chat kami!